
batampos – Antusias warga Kota Batam untuk melaksanakan kurban meningkat setiap tahunnya. Hal itu dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah hewan yang dikurbankan pada setiap tahunnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan baik meski masih terjadi kekurangan hewan kurban.
“Kondisi ini kita maklumi karena penyakit PMK yang masih menghantui kita,” ujarnya.
Namun kata dia, PMK tidak berdampak pada antusias masyarakat Kota Batam dalam berkurban.
“Tahun ini saja hewan kurban berjumlah 3.234 ekor terdiri dari 2.226 ekor kambing dan 1.008 ekor sapi. Terjadi peningkatan hingga 300 ekor dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 3.042 ekor,” tambahnya.
Meningkatnya jumlah hewan kurban ini, kata dia, menjadi kebanggaan bersama. Ia menjelaskan, selain mengajarkan semangat perubahan, ibadah kurban mengajarkan untuk berbagi kepada sesama, khusus mereka yang tidak mampu.
Ajaran berbagi ini sarat dengan pesan-pesan moral berdimensi sosial, yang relevan untuk mengatasi tren menguatnya karakter individualisme dan apatisme dalam perkembangan masyarakat modern.
Ditambahnya, penyembelihan hewan kurban tahun ini juga sudah dilatih oleh Majelis Ulama Indonesia bersama juru sembelih halal Kota Batam yang disingkat Juleha.
“Jadi Juleha bekerjasama dengan MUI melatih penyembelih kita di setiap kecamatan. Sehingga penyebelih ini tidak bisa sembarangan dan harus benar-benar sesuai syariat,” ungkapnya.
Di Kemenag Batam sendiri lanjut Zulkarnain juga terjadi peningkatan hewan kurban. Dimana tahun ini ada lima ekor sapi yang dikurbankan pada hari ke dua Iduil Adha. Empat sapi dari kantor Kemenag dan satu lainnya dari Bank Syariah Indonesia.
“Selain sapi kita juga mengkurbankan empat ekor kambing. Harapan kita ke depan tentu masyarakat Batam untuk berkurban dan berbagi bisa semakin meningkat lagi,” pungkasnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



