Sabtu, 3 Januari 2026

Apindo Batam Sebut Investasi dan Ekspor Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai 7,14 persen pada triwulan II-2025. Ketua Apindo Kota Batam, Rafky Rasid, meyakini kinerja positif ini banyak ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Batam yang melonjak pada periode tersebut.

“Meskipun data spesifik Batam belum dirilis BPS karena biasanya tahunan, bisa diprediksi aktivitas ekonomi di Batam berjalan sangat baik,” ujar Rafky, Jumat (8/8).

Ia menjelaskan, berdasarkan data BPS Kepri, investasi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi provinsi pada triwulan II-2025. Hal ini, menurutnya, menandakan bahwa kontribusi investasi ke Batam sangat dominan.

“Jika dilihat dari sisi sektor usaha, sektor pengolahan yang memiliki andil tertinggi mendorong pertumbuhan, dan itu memang basis industri Batam,” katanya.

Baca Juga: Penumpang Laut Batam Melejit, Domestik Naik 27 Persen, Internasional 35 Persen

Rafky juga menyoroti peran ekspor yang meningkat signifikan. Berdasarkan data BPS Kepri, net ekspor menjadi penyumbang pertumbuhan kedua tertinggi setelah investasi.

“Kalau BP Batam menyebut ekspor naik, itu bisa dikonfirmasi dari data BPS Kepri. Aktivitas ekspor kita memang meningkat cukup signifikan,” ucapnya.

Menurut Rafky, fondasi ekonomi Batam semakin kuat, apalagi setelah pelimpahan penuh kewenangan perizinan pusat ke BP Batam yang memudahkan pengurusan investasi.

“Dengan kemudahan ini, investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya di Batam,” tambahnya.

Ia berharap kebijakan tarif dagang Amerika Serikat yang mulai berlaku 1 Agustus 2025 tidak mengganggu kinerja ekonomi Batam.“Mudah-mudahan tarif itu justru bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi lebih banyak ke Batam,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan II-2025 naik 11 persen dibandingkan triwulan I, dengan nilai mencapai Rp9,6 triliun.

Baca Juga: Pemprov Kepri Siap Dukung Pusat Pengobatan Warga Gaza di Pulau Galang

“Sejak awal kami memegang mandat Presiden, kami langsung bekerja memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak. Kenaikan signifikan ini menandakan kepercayaan pasar semakin kuat,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Capaian tersebut juga tumbuh 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini ditopang lonjakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,88 triliun atau 40,6 persen dari total investasi, dengan pertumbuhan 44 persen secara kuartalan dan 105 persen secara tahunan.

“Peran pelaku usaha dalam negeri juga menguat. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih yang sebelumnya didominasi investor asing kini mulai melibatkan lebih banyak perusahaan nasional dan usaha lokal,” kata Amsakar.

Secara kumulatif, realisasi investasi Batam semester I-2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp18,18 triliun, atau 49,15 persen dari target nasional Rp36,99 triliun. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update