Selasa, 13 Januari 2026

Arus Balik di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Penumpang Rela Lesehan 20 Jam di Kapal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah penumpang dari Riau tujuan Batam berada di kapal penyeberangan Roro di Perairan Batam, Kepulauan Riau, Rabu (9/4/2025). (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

batampos – Arus balik pasca-Lebaran Idulfitri masih terlihat pada hari ke-9 Lebaran di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau. Kepadatan penumpang mulai tampak sekitar pukul 10.30 WIB, ketika kapal roro yang bertolak dari Pelabuhan Buton, Riau, merapat di dermaga Telaga Punggur.

Ratusan penumpang tampak turun dari kapal. Mayoritas dari mereka datang secara berombongan dan membawa barang bawaan dalam jumlah cukup banyak. Selain penumpang pejalan kaki, tercatat sekitar 40 mobil pribadi dan puluhan sepeda motor turut diturunkan dari kapal.

Astri, salah satu penumpang, mengaku memilih moda transportasi roro karena alasan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pesawat atau kapal cepat. Ia hanya membayar Rp135.000 untuk satu tiket penumpang dari kampung halamannya di Payakumbuh menuju Batam.

Baca Juga: ASDP Batam Catat Jumlah Penumpang Meningkat Selama Lebaran, Kendaraan Angkutan Turun Hingga 20 Persen

“Kampung saya di Payakumbuh. Saya memilih naik roro karena tidak mendapatkan tiket pesawat maupun kapal cepat. Lagi pula, naik roro jauh lebih murah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan dari Pelabuhan Buton ke Telaga Punggur memakan waktu hingga 20 jam. Selama di kapal, ia bersama keluarganya harus rela duduk lesehan karena tidak kebagian tempat duduk.

“Tidak dapat bangku, jadi lesehan saja. Memang sengaja bawa tikar karena sudah tahu pasti tidak kebagian tempat duduk,” ungkapnya.

Menurut Astri, sebagian besar bangku di kapal sudah dikuasai oleh penumpang yang lebih dulu naik. Ironisnya, bangku tersebut bukan digunakan sebagai tempat duduk, melainkan dijadikan tempat tidur.

“Penumpang yang naik duluan sudah menandai bangku mereka, jadi kami yang belakangan tidak kebagian. Bangku yang seharusnya untuk duduk malah dijadikan tempat tidur,” keluhnya.

Baca Juga: Hujan di Batuaji, Sagulung dan Marina, Banjir Ganggu Aktivitas Warga

Hal serupa juga disampaikan oleh Rian, penumpang lainnya yang mengalami kendala serupa. Dimana ia dan keluarga harus berlesehan di kapal karena tak dapat tempat duduk.

“Tak dapat tempat duduk, jadi duduk dan tidur di lantai bersama istri dan anak,” ungkapnya.

Menurut dia, arus penumpang cukup padat, apalagi untuk mobil yang antre menaiki roro tujuan Batam. Ia yang datang di hari keberangkatan tak mendapatkan kuota. Alhasil mobil miliknya terpaksa ditinggal di Buton menunggu jadwal keberangkatan berikutnya. Hal itu dikarenakan ia harus balik ke Batam secepatnya karena kerja dan anak sekolah.

“Jadi mobil saya tinggal di Buton, dititip untuk diberangkatkan hari selanjutnya. Penumpang padat,” ungkapnya.

Sementara, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam Hermin belum bisa dikonfirmasi terkait arus balik penumpang. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Update