
batampos – Arus masuk penduduk ke Kota Batam sepanjang tahun 2025 masih tergolong tinggi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat sebanyak 98.915 jiwa masuk ke Batam melalui 56.635 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).
Dari jumlah tersebut, pendatang didominasi perempuan sebanyak 77.942 orang, sementara laki-laki tercatat 20.973 orang. Angka ini menunjukkan Batam masih menjadi magnet kuat bagi penduduk dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adhisty, mengatakan jumlah penduduk yang masuk ke Batam masih lebih besar dibandingkan yang pindah keluar. Sepanjang 2025, penduduk yang keluar Batam tercatat 70.945 jiwa melalui 34.538 SKPWNI, dengan komposisi 35.745 laki-laki dan 35.200 perempuan.
“Jumlah pendatang yang masuk memang lebih banyak dibandingkan yang pindah keluar,” ujar Adhisty, Selasa (16/12).
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Kapolresta Barelang Ingatkan Keselamatan Kru Kapal dan TKBM
Ia menjelaskan, perpindahan penduduk ke Batam dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peluang kerja yang terbuka luas, penempatan tugas, mengikuti keluarga, hingga melanjutkan pendidikan. Status Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan yang terus berkembang menjadi daya tarik utama, khususnya bagi warga dari Pulau Sumatera dan Jawa.
“Ada yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan, pindah ke Batam karena ikut suami kerja atau istri ataupun yang pindah tugas,”tambahnya.
Berdasarkan wilayah, Sekupang menjadi kecamatan dengan jumlah pendatang tertinggi, yakni 17.451 surat datang, disusul Sagulung sebanyak 17.329 surat, Batam Kota 14.635 surat, Batu Aji 11.076 surat, dan Bengkong 10.058 surat datang.
Untuk surat pindah keluar, angka tertinggi juga didominasi kecamatan berpenduduk padat. Sagulung mencatat 11.459 surat pindah, Batam Kota 11.321 surat, Sekupang 10.076 surat, Batu Aji 8.366 surat, serta Bengkong 7.099 surat pindah.
Tingginya mobilitas penduduk ini mencerminkan dinamika pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Batam. Sektor industri, jasa, dan perdagangan masih menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Adhisty menegaskan, Disdukcapil tetap menerapkan proses verifikasi ketat dalam setiap pengurusan surat pindah datang maupun pindah keluar. “Semua berkas diverifikasi secara detail, mulai dari administrasi hingga pencocokan data, untuk mencegah data ganda maupun penyalahgunaan dokumen,” tegasnya.
Baca Juga: Resedivis Kembali Jadi Kurir, 100 Gram Sabu Disita di Kamar Hotel
Sementara itu, Zaki, salah seorang pendatang yang mengurus surat pindah datang, mengaku telah tiga bulan berada di Batam untuk mencari pekerjaan. Ia juga telah mengurus KTP Batam guna mempermudah proses melamar kerja.
“Dengan KTP Batam, harapannya bisa lebih cepat dapat pekerjaan. Ini langkah awal untuk bisa menetap dan bekerja di Batam,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam pun diharapkan terus memperkuat layanan administrasi kependudukan serta menyiapkan infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, dan kesehatan guna mengimbangi laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. (*)



