
batampos — Geliat pariwisata Batam kian terasa. Arus wisatawan mancanegara yang terus meningkat mendorong Pemerintah Kota Batam menaikkan target kunjungan wisman menjadi 1,7 juta orang pada 2026, lebih tinggi dibanding target tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan tren kunjungan wisata ke Batam menunjukkan pertumbuhan konsisten dari tahun ke tahun. Bahkan, capaian sementara kunjungan wisman sepanjang 2025 disebut telah melampaui proyeksi awal.
“Target 2025 sebenarnya sudah kami presentasikan. Namun data resminya belum bisa kami rilis karena masih menunggu publikasi dari Badan Pusat Statistik,” ujar Ardiwinata.
Baca Juga: Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat
Untuk mengejar target 2026, Disbudpar Batam menyiapkan rangkaian agenda pariwisata berskala lokal hingga internasional yang digelar sepanjang tahun. Sejumlah event unggulan masuk kalender, mulai dari Batam Wonderfood and Art Ramadhan yang berlangsung satu bulan penuh, perayaan Chinese New Year, hingga Kenduri Seni Melayu.
Batam juga kembali menjadi tuan rumah Batam International Marching Band Competition, ajang dua tahunan yang diyakini mampu menarik ribuan wisatawan mancanegara. Selain itu, event Sea Eagle Boat juga dijadwalkan kembali meramaikan kalender pariwisata 2026.
Tak hanya mengandalkan event, pengembangan destinasi wisata terus digenjot. Pemerintah daerah melakukan revitalisasi sejumlah objek unggulan, termasuk wisata religi dan kawasan publik.
“Masjid Raja Hamidah sudah direvitalisasi dan kini tampil lebih menarik serta instagramable. Masjid Sultan dan Masjid Tanjak juga menjadi tujuan wisata religi,” jelas Ardiwinata.
Di sektor wisata bahari dan hiburan, kawasan Bengkong Laut berkembang pesat dengan kehadiran sejumlah beach club yang menjadi magnet baru wisatawan. Destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise turut melengkapi pilihan wisata di kota industri yang terus bertransformasi menjadi gerbang pariwisata internasional.
Optimisme tersebut juga tercermin dari aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center. Pada akhir pekan ini, arus keluar-masuk penumpang ferry internasional rute Singapura dan Malaysia tampak meningkat, terutama pada jam-jam kedatangan pagi.
Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, membenarkan adanya lonjakan penumpang pada waktu tertentu.
Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai
“Penumpang yang datang pagi cukup ramai, terutama dari Singapura dan Malaysia. Menjelang siang biasanya kembali normal,” ujarnya.
Setiap hari, pelabuhan tersebut melayani sekitar 50 hingga 55 trip ferry internasional. Namun, operasional saat ini hanya ditopang dua ponton aktif, sehingga kepadatan sulit dihindari ketika jadwal kedatangan dan keberangkatan beririsan.
Ramainya lalu lintas penumpang itu sejalan dengan optimisme Pemko Batam. Disbudpar Kota Batam menargetkan kunjungan 1,7 juta wisatawan mancanegara pada 2026, meningkat dari target 2025 yang berada di angka 1,5 juta kunjungan. (*)



