
batampos – Asap kebakaran hutan di kawasan Bukit Mata Kucing mulai mengancam kesehatan warga sekitar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker karena asap kebakaran telah masuk ke rumah-rumah warga dan berpotensi menimbulkan gangguan serius pada saluran pernapasan.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, asap kebakaran hutan tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengandung partikel berbahaya yang bisa berdampak langsung pada kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
“Di dalam asap terdapat partikel-partikel sangat halus sisa pembakaran. Partikel ini bisa masuk ke paru-paru bahkan ke aliran darah, dan itu yang paling berbahaya,” ujar Didi, Selasa (10/2).
Baca Juga: Kebakaran Hutan Meluas, Mendekat ke Pemukiman Warga Batuaji
Ia menjelaskan, partikel PM10 dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, kandungan karbon monoksida (CO) dalam asap dapat menghambat pengangkutan oksigen dalam tubuh, sementara nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO₂) dapat memicu sesak napas serta memperburuk kondisi asma.
“Selain iritasi, paparan jangka panjang juga berisiko lebih berat. Ada senyawa VOC yang bersifat karsinogenik, serta black carbon atau jelaga yang dapat merusak paru-paru. Kalau terpapar dalam waktu lama, risikonya bisa sampai kanker,” tegasnya.
Didi menambahkan, warga yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, mata perih, atau pusing agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia juga mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama asap masih menyelimuti kawasan tersebut.
Sementara itu, kebakaran hutan di Bukit Mata Kucing telah berlangsung selama lima hari dan hingga Senin (9/2) siang masih dalam proses pemadaman. Pantauan Batam Pos, api sudah mendekati permukiman warga, khususnya rumah liar (ruli) di belakang Taman Lestari, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji.
Komandan Regu Manggala Agni, Edi mengatakan, upaya pemadaman masih terus dilakukan meski terkendala akses jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran.“Kita masih berusaha memadamkan api karena posisinya sudah dekat dengan pemukiman,” ujarnya.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah di area terbuka.
“Pembakaran bisa membahayakan kesehatan warga dan merusak lingkungan,” katanya. (*)



