
batampos – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025, meskipun terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang menyeberang dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Cabang Batam, Hermin Welkis, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pejalan kaki meningkat sebesar 10 persen secara keseluruhan.
Sebaliknya, kendaraan roda dua tercatat menurun 9 persen, roda empat turun 12 persen, dan kendaraan angkutan muatan mengalami penurunan paling tajam sebesar 20 persen.
“Tren mudik tahun ini menunjukkan adanya pergeseran pola. Masyarakat memanfaatkan libur panjang sebelum puncak mudik untuk bepergian lebih awal, sehingga arus penumpang lebih terurai dan tidak menumpuk pada hari-hari mendekati puncak mudik maupun arus balik,” ujar Hermin, Rabu (9/4).
ASDP mencatat bahwa rute favorit pemudik masih didominasi oleh jalur Telagapunggur – Tanjunguban, Bintan. Sementara untuk lintasan jarak jauh seperti Tanjung Buton, Riau dan Kuala Tungkal, Jambi, lonjakan penumpang terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran.
“Kami melihat pola baru dari perilaku pemudik yang lebih memilih keberangkatan lebih awal dan kepulangan lebih lambat, ini membantu kami dalam pengelolaan operasional pelabuhan,” tambah Hermin.
Hermin turut mengapresiasi kerja sama lintas sektor, khususnya dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau serta aparat penegak hukum, yang telah bersinergi dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Dengan pola baru mudik yang lebih terdistribusi, ASDP optimistis dapat terus meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di masa-masa mendatang.
“Tanpa dukungan penuh dari instansi terkait, tentu kelancaran arus mudik yang minim kendala ini tidak akan bisa tercapai,” ujarnya. (*)
Reporter: Aziz Maulana



