Rabu, 21 Januari 2026

ASDP Batam Tegaskan Ferizy Sudah Batasi Kuota Tiket per Jam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelabuhan ASDP Telagapunggur Batam.

batampos – Keluhan warga terkait penumpukan kendaraan di Pelabuhan Telaga Punggur kembali mencuat. Masyarakat menilai sistem pendaftaran tiket kapal Ro-Ro melalui aplikasi Ferizy belum sepenuhnya membatasi jumlah kendaraan sesuai kapasitas kapal, sehingga di lapangan kerap terjadi antrean panjang dan kesan “siapa cepat dia naik”.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Kurniawan, menegaskan bahwa sistem Ferizy telah menerapkan pembatasan kuota secara otomatis berdasarkan kapasitas kapal dan jam keberangkatan.

“Untuk lintasan Punggur–Uban, kuota itu dibuka per jam. Kalau pada jam yang dipilih sudah penuh, otomatis statusnya sold out dan tidak bisa diakses lagi,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Jumat (17/1).

Baca Juga: Aksi Pencurian Motor di Sagulung Gagal, Pelaku Diamuk Warga

Menurutnya, pembatasan tersebut mengacu pada kapasitas maksimal masing-masing kapal Ro-Ro yang dioperasikan oleh operator. Kapasitas kapal pun bervariasi, tergantung jenis dan komposisi muatan kendaraan.

“Kalau kendaraan campuran, rata-rata kapasitasnya sekitar 30 unit, bisa sampai maksimal 45 unit. Itu tergantung jenis kendaraan, apakah motor, mobil pribadi, bus, atau truk,” jelasnya.

Andri menjelaskan, penumpang dan kendaraan yang telah memesan tiket tidak bisa masuk pelabuhan sesuka hati. Sistem Ferizy hanya mengizinkan kendaraan masuk ke kawasan pelabuhan paling cepat dua jam sebelum jadwal keberangkatan yang dipilih.

“Misalnya beli tiket jam 13.00 WIB, paling cepat bisa masuk pelabuhan jam 11.00 WIB. Tidak bisa sehari sebelumnya atau terlalu jauh dari jam yang dipilih,” tegasnya.

Baca Juga: Kadinkes Tegaskan Warga Batam Bukan Suspek Super Flu, Melainkan MERS

Namun demikian, dalam praktiknya, kendaraan yang sudah berada di dalam kawasan pelabuhan berpeluang lebih dulu naik kapal apabila terdapat jadwal kapal yang lebih cepat dan kuota masih tersedia.

“Itu bisa terjadi karena sistem menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan kapal. Tapi tetap kendaraan yang masuk itu adalah yang sudah memiliki tiket,” katanya.

Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi kapal diberangkatkan melebihi kapasitas akibat penumpukan kendaraan, Andri memastikan hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Kalau kapasitas maksimal 45 kendaraan, ya tidak mungkin dimuat 50. Kapalnya tidak ada ruang lagi. Secara fisik dan operasional itu tidak bisa,” ujarnya.

Terkait faktor keselamatan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang kerap tinggi, Andri menegaskan bahwa kewenangan penuh ada pada KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).

Baca Juga: Ombudsman Kepri Ingatkan Pemprov Berhati-hati Soal Rencana Pinjaman Rp400 Miliar ke BJB

“Soal keselamatan, muatan, dan kelayakan berlayar itu kewenangan KSOP. Mereka melihat kondisi cuaca dari BMKG dan situasi di lapangan. Kalau ada instruksi pengurangan muatan, operator wajib mengikuti,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengapa ASDP dinilai belum menerapkan penutupan pendaftaran otomatis di Ferizy, Andri menegaskan sistem tersebut sebenarnya sudah berjalan.

“Penutupan itu otomatis. Makanya kuota dibuka per jam. Begitu kuota terpenuhi, sistem langsung sold out. Jadi tidak benar kalau dibilang belum dibatasi,” katanya.(*)

ReporterYashinta

Update