Rabu, 7 Januari 2026

ASDP Batam Tegaskan Ibu Hamil Boleh Naik Kapal Asal Sehat dan Didampingi Keluarga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ibu melahirkan di kapal roro KMP Lome.

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa tidak ada larangan khusus bagi ibu hamil untuk melakukan perjalanan menggunakan kapal penyeberangan, selama yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan memiliki tiket perjalanan yang sah. Penegasan ini disampaikan menyusul meninggalnya seorang penumpang perempuan usai melahirkan secara darurat di atas KMP Lome.

GM ASDP Cabang Batam Andri Setiawan menjelaskan, pada prinsipnya perusahaan mengacu pada kondisi kesehatan penumpang saat akan melakukan perjalanan.

“Di kami, selama ibu tersebut sehat dan memiliki tiket, maka bisa naik kapal, apalagi berangkat bersama keluarga,” ujar Andri, Senin (5/1).

Ia menambahkan, ASDP tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan medis mendalam terhadap penumpang, kecuali pada kondisi tertentu yang secara kasatmata membahayakan keselamatan pelayaran.

Terkait penyebab meninggalnya penumpang bernama Asmidar (38), Andri menegaskan bahwa pihak ASDP tidak dalam kapasitas untuk menyimpulkan hal tersebut.

Baca Juga: Ratusan Kontainer Limbah Menumpuk di Pelabuhan Batuampar, Perusahaan Ajukan Permohonan Reekspor

“Untuk penyebab meninggalnya, kami tidak bisa menjawab karena itu bukan kapasitas kami. Itu menjadi kewenangan pihak medis dan instansi terkait,” katanya.

Andri memastikan, sejak kejadian dilaporkan di atas kapal, seluruh prosedur penanganan darurat telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sebagaimana tertuang dalam holding statement resmi ASDP.

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan, perwira jaga segera melaporkan kondisi darurat kepada nahkoda. Selanjutnya, nahkoda mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat dengan memobilisasi bantuan medis di atas kapal.

ASDP juga menyediakan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi. Proses persalinan berlangsung dengan pendampingan penumpang yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan hingga bayi berhasil lahir dalam kondisi selamat.

Namun, kondisi ibu pascamelahirkan dilaporkan mengalami komplikasi. Menyikapi hal tersebut, nahkoda langsung berkoordinasi dengan manajemen cabang untuk meminta dukungan medis lanjutan.

Manajemen ASDP Cabang Batam kemudian melakukan koordinasi lintas instansi secara intensif dengan Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, dan KP3 guna percepatan penanganan terhadap pasien.

Upaya evakuasi di tengah laut sempat dipertimbangkan dan dipersiapkan. Akan tetapi, berdasarkan asesmen bersama seluruh instansi terkait, kondisi cuaca, gelombang, dan angin dinilai tidak aman untuk melakukan pemindahan pasien antar kapal.

Baca Juga: Dinkes Batam Perkuat Pemantauan ILI di Tengah Isu Superflu

“Dengan mengedepankan prinsip keselamatan jiwa, disepakati kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien di atas kapal,” jelas Andri.

Setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, korban segera dievakuasi menggunakan ambulans yang telah disiapkan dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

ASDP menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah dan memastikan pendampingan kepada keluarga, mulai dari penanganan jenazah hingga pemulangan bayi yang dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius perusahaan. Seluruh proses telah dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Andri. (*)

ReporterYashinta

Update