Sabtu, 10 Januari 2026

ASDP Pastikan Ibu Melahirkan di KMP Lome Meninggal di Rumah Sakit, Bukan di Kapal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas mengevakuasi seorang ibu bernama Asmidar usai melahirkan di atas kapal KMP Lome setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1). F. Istimewa

batampos – Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memberikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang penumpang perempuan usai melahirkan secara darurat di atas kapal roro KMP Lome, Sabtu (3/1).

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, mengatakan sejak laporan pertama diterima oleh perwira jaga, nahkoda kapal langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.

“Begitu menerima laporan, nahkoda segera memobilisasi bantuan medis di atas kapal, menyiapkan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar pasien terpenuhi,” ujar Andri dalam keterangan resmi, Minggu (4/1).

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Ia menjelaskan, proses persalinan berlangsung di atas kapal dengan pendampingan penumpang lain yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan. Bayi perempuan berhasil dilahirkan dalam kondisi selamat.

Namun, setelah proses persalinan, kondisi ibu menunjukkan tanda-tanda komplikasi. Nahkoda kemudian berkoordinasi dengan manajemen ASDP Cabang Batam untuk meminta dukungan penanganan medis lanjutan.

“Koordinasi lintas instansi langsung kami lakukan, melibatkan Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, hingga KP3 untuk memastikan penanganan terbaik bagi pasien,” katanya.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Menurut Andri, opsi evakuasi medis di tengah laut sempat dipertimbangkan dan dipersiapkan. Namun, berdasarkan asesmen bersama seluruh instansi terkait, kondisi cuaca, gelombang, dan angin dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pemindahan pasien antar kapal.

“Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, disepakati kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien selama pelayaran,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, proses evakuasi segera dilakukan. Ambulans yang telah disiagakan langsung membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Di rumah sakit, diketahui penumpang tersebut telah meninggal dunia. Jadi, yang bersangkutan bukan meninggal di atas kapal,” tegas Andri.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Ia menambahkan, seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari pendampingan keluarga, penanganan jenazah, hingga pemulangan bayi yang dinyatakan dalam kondisi sehat. Manajemen ASDP juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah.

Terkait standar operasional prosedur (SOP) bagi penumpang yang sedang hamil, Andri mengaku masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut ke kantor pusat ASDP.

“Untuk SOP penumpang hamil, saya akan konfirmasi ke pusat terlebih dahulu agar informasinya akurat,” katanya. (*)

ReporterYashinta

Update