Senin, 16 Maret 2026

Asita Kepri Minta Biaya Visa Kedatangan Dihapus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Sejumlah wisatawan yang baru tiba berjalan di area Pelabuhan Internasional Batamcenter, Sabtu (25/6). Arus penumpang yang datang maupun yang pergi di Pelabuhan Internasional mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaku pariwisata di Batam mendorong kemudahan berwisata ke Batam maupun Kepri. Tujuannya untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata di wilayah ini.

Sejumlah pelaku pariwisata bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, menyampaikan masukan terkait pariwisata kepada Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja di Batam beberapa waktu lalu.

Ketua Asita Kepri, Eva Betis, menyampaikan, pihaknya meminta agar biaya Visa on Arrival (VoA) atau visa kedatangan bagi wisatawan mancanegara dihapus, khususnya negara-negara pemasok wisman terbesar selama ini yaitu: Korea, Jepang, India dan Australia juga ekspatriat yang tinggal di Singapura atau permanent residence Singapura.

“Kami meminta mengajukan kepada DPR RI khususnya Komisi X memberikan langkah langkah pemberian insentif kepada wisman yang datang ke Batam sebagai ajang promosi Batam,” katanya.

“Promosi bisa untuk beberapa bulan saja 3 atau 2 bulan supaya pariwisata kembali menggeliat di Kepri, khususnya Batam Bintan seperti insentif buat ferry, restaurant, hotel dan lainya,” tambahnya.

Ia berharap dukungan dari DPR RI untuk memajukan dan memulihkan kembali pariwisata di Kepri di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jangan sampai pariwisata di Kepri, khususnya Batam Bintan, pariwisatanya tenggelam dengan promo-promo yang diberikan oleh negara-negara tetangga karena kita kalah saing dari segi harga, objek, regulasi yang lebih mudah di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta Komisi X DPR RI segera mengambil tindakan yang progresive untuk menanggulangi masalah-masalah pariwisata yang ada di Kepri.

“Untuk memulihkan pariwisata mohon usulan kami diteruskan seperti mulai dari VoA, branding atau incentive, ferry ticket dan pesawat yang mahal dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ardiwinata, memaparkan perkembangan pariwisata saat ini di masa pandemi. Secara angka, kunjungan wisman mulai membaik, namun perlu dukungan Pemerintah Pusat agar pariwisata Batam kembali menggeliat.

“Pelaku pariwisata sudah menyampaikan usulan melalui Komisi X DPR RI, semoga bisa terealisasi. Untuk Batam saat ini melalui Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sudah membangun demi pariwisata Batam,” ujarnya. (*)

 

 

 

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN