
batampos – Rencana mendatangkan 4.000 ton beras premium dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Kota Batam hingga kini belum dapat direalisasikan. Beras premium tersebut rencana akan difasilitasi Perum Bulog Kantor Cabang Batam.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Aryanto mengungkapkan belum adanya respons distributor terhadap beras premium dari Bulog karena saat ini sebagian distributor masih memiliki stok, meski jumlahnya tidak sebanyak biasanya.
Selain itu, distributor memiliki pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan mengambil pasokan.
“Pasti distributor punya beberapa pertimbangan. Pertama soal harga, apakah dianggap wajar, lalu kualitasnya seperti apa. Karena setiap distributor punya spesifikasi beras yang berbeda untuk masing-masing merek,” jelasnya, Senin (12/1).
Baca Juga: KMP Wira Loewisa Perkuat Layanan Roro Batam–Mengkapan, Ini Harga Tiketnya
Ia menegaskan, kualitas beras yang dipasarkan di Batam sangat beragam dan tidak bisa disamaratakan. Oleh karena itu, dialog terbuka dinilai menjadi langkah terbaik.
“Kami menghargai upaya pemerintah melalui Bulog. Nanti di rapat akan bahas apa yang perlu diperbaiki, kualitas apa yang diminta, dan yang didatangkan kualitasnya seperti apa,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, rencana mendatangkan 4.000 ton beras premium asal Makassar, Sulawesi Selatan, ke Kota Batam hingga kini belum dapat direalisasikan. Hal itu disebabkan belum adanya distributor di Batam yang menyatakan minat membeli beras tersebut.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan pengiriman beras premium itu akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1.000 ton pada tahap awal, dengan catatan sudah ada pembeli di Batam.
“Pengiriman itu bertahap. Tahap awal 1.000 ton, tapi pembelinya di Batam harus sudah ada. Sampai sekarang belum ada,” ujar Guido, Rabu (7/1).
Baca Juga: Disperindag Batam akan Rapat dengan Distributor, Bahas Kenaikan Harga Beras
Bulog Batam telah menerima sampel beras premium asal Makassar dan telah menawarkannya kepada sejumlah distributor. Namun, hingga kini belum mendapat respons.
“Sampel sudah kami terima dan sudah ditawarkan ke distributor. Lima distributor yang saya hubungi langsung, sampai sekarang belum ada respons,” katanya.
Guido memperkirakan harga beras premium asal Makassar tersebut jika tiba di Batam berada di kisaran Rp14.500 per kilogram dalam kemasan polos 50 kilogram. Harga tersebut belum termasuk biaya tambahan pengemasan ulang sesuai merek distributor.
Sementara itu, Bulog Batam sebelumnya telah menyalurkan 48 ton beras premium asal Subang, Jawa Barat, ke pasaran Batam. Beras tersebut dipasarkan dengan merek Sentra Rama dan Punakawa, dan telah tersedia di sejumlah gerai ritel besar di Batam, termasuk di kawasan Batam Center. (*)



