batampos – Siapa yang pekan lalu nonton perhelatan Oscars 2022? Ingatan kalian soal aksi yang dilakukan aktor Will Smith di panggung Oscars pasti masih membekas. Tahu nggak sih kalau penampilan Jada, istri Will Smith, yang dijadikan lelucon itu disebabkan penyakit autoimun alopecia areata. Duhh, jangan menjadikan penyakit sebagai bahan lelucon, ya. It’s disrespectful! Lantas, apa sih sebenarnya penyakit alopecia areata itu? (arm/c12/lai)
Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan infeksi virus, bakteri, dan benda asing penyebab penyakit. Namun, ada suatu kondisi yang bikin sistem kekebalan tubuh nggak dapat menjalankan fungsi normalnya sehingga sistem imun menyerang sel dan jaringannya sendiri. Kondisi ini disebut autoimun.
Autoimun termasuk penyakit kronis yang bisa mengganggu kesehatan secara bertahap dengan gejala yang berbeda-beda. Salah satu jenisnya adalah alopecia areata.
Tingkat kerontokannya beragam. Bisa berupa kerontokan pada pertumbuhan rambut fase telogen atau anagen distrofik. Bisa juga kehilangan seluruh rambut kepala (alopecia areata totalis) dan tubuh (alopecia areata universalis).
Alopecia areata terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut yang merupakan salah satu immune privileged site, bagian tubuh yang normalnya terlindungi dari respons autoimun. Saat kemampuan immune privileged itu hilang, sel sitotoksik mampu menyerang folikel rambut. Ditandai dengan kerontokan, kematian sel keratinosit di akar rambut, hingga terhambatnya pertumbuhan rambut.
Beberapa penderita juga mengalami kelainan pada kuku tangan dan kaki. Permukaan kuku menjadi merah, kasar, berlubang, dan nggak berkilau. Meski nggak menyakitkan atau bikin penderitanya sulit bergerak, alopecia areata dapat mengubah penampilan sehingga menimbulkan rasa kurang percaya diri.
Penyebab alopecia areata belum diketahui pasti. Beberapa kasus disebabkan infeksi virus, trauma, perubahan hormon, dan stres.

![]()
“Kenali Gejala Alopecia Areata”
Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Kebanyakan orang sering tak menghiraukan rambut rontok. Akan tetapi, sebagian dari mereka percaya bahwa rambut rontok (Alopecia Areata) terjadi akibat penyakit autoimun. Ya, penyakit ini menyebabkan kerontokan rambut yang bersifat permanen. Wow ngeri ya! Nah, untuk mengetahui penyakit ini, apa aja sih gejalanya? Yuks Simak! (*)

Qiara Syahlireza S.
Politeknik Negeri Batam
@qrsyhlrz
Menurutku, ada banyak penyebab rambut rontok atau botak salah satunya penyakit autoimun yang bisa menyebabkan terhentinya produksi rambut. Kondisi ini dapat membuat kebotakan atau kerontokan rambut di beberapa bagian tubuh, seperti kulit kepala, alis, bulu hidung dan lainnya. Ketika orang mengalami Alopecia tanda utama gejalanya sih adalah kerontokan yang tidak disertai rasa sakit. Seperti kondisi penyakit autoimun lainnya, kebotakan dan kerontokan yang dialami oleh penderita Alopecia Areata bisa bersifat kambuhan. Selain rambut, kebotakan juga terkadang berpengaruh pada kuku jari tangan dan kaki. Contohnya, muncul bintik-bintik atau garis putih pada kuku, kuku yang berubah kusam dan kasar, serta ujung kuku yang bergelombang. (*)

Fathan Fatazka
Universitas Negeri Jakarta
@fatazka.f
Penderita rambut rontok tidak berpatokan pada usia tertentu, dari anak – anak hingga dewasa. Tak hanya rambut di kepala, namun juga alis, bulu mata, kumis, dan lainnya juga bisa mengalami kerontokan yang sama. Tanda gejala yang mengalami Alopecia biasanya kebotakan atau pitak pada satu atau beberapa area tertentu saja. Ada juga yang mengalami kebotakan pada satu area atau menyeluruh. Tetapi jangan khawatir karena rambut rontok ini dapat tumbuh kembali, tetapi kemungkinan rambut baru akan tumbuh bisa saja berbeda dari yang lalu. Yang lainnya gejala penyakit ini adalah banyak rambut rontok saat cuaca dingin. (*)

Dwi Dahlia
SMA Bina Warga 1 Palembang
@ddhlyaa_
Banyak orang sehat yang mengidap Alopecia Areata. Mereka mengalami kerontokan rambut, namun kondisi tubuh tetap sehat. Tapi gais, penyakit ini juga memiliki gejala tertentu yaitu akan terjadinya kerontokan rambut di area tertentu, bisa dibilang kehilangan banyak rambut dalam waktu singkat. Selain itu, rasa gatal atau sensasi terbakar pada area rambut rontok, dan bekas rambut rontok akan berubah warna menjadi peach. Rambut akan tumbuh jika peradangan folikel mereda. Belum diketahui secara pasti apa penyebab sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan mengakibatkan kerontokan sekaligus menjadi botak. (*)



