Rabu, 4 Februari 2026

Awal 2026, Inflasi di Batam Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Tiket Pesawat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Inflasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Laju inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kota Batam pada Januari 2026 mencapai 2,74 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,63. Kenaikan harga emas perhiasan dan angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada awal tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan secara umum perkembangan harga berbagai komoditas di Batam pada Januari 2026 menunjukkan kecenderungan meningkat.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Batam, pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,74 persen. IHK meningkat dari 108,68 pada Januari 2025 menjadi 111,63 pada Januari 2026,” ujar Eko, Selasa (3/2).

Ia menjelaskan, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi y-on-y terbesar. Tingginya harga emas di pasar global berdampak langsung pada harga emas perhiasan di tingkat konsumen, sehingga memberi tekanan signifikan terhadap inflasi Batam.

Selain itu, angkutan udara juga memberikan kontribusi besar terhadap inflasi tahunan. Kenaikan tarif penerbangan, terutama pada periode libur dan meningkatnya mobilitas masyarakat, turut mendorong naiknya indeks harga pada kelompok transportasi.

Tak hanya dua komoditas tersebut, inflasi y-on-y juga dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah barang dan jasa lainnya, seperti daging ayam ras, sewa rumah, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging sapi, biaya akademi atau perguruan tinggi, nasi dengan lauk, pisang, mi, baju muslim wanita, upah asisten rumah tangga, sigaret kretek tangan (SKT), makanan hewan peliharaan, serta jasa pemeliharaan atau servis.

“Secara kelompok pengeluaran, inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga pada sebelas kelompok pengeluaran, ” kata Eko.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 1,42 persen, kelompok transportasi 2,12 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,90 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 20,85 persen.

Sementara itu, pada Januari 2026 Batam justru mengalami deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,04 persen. Deflasi terjadi akibat turunnya IHK dari 111,67 pada Desember 2025 menjadi 111,63 pada Januari 2026. Deflasi m-to-m dan year to date (y-to-d) masing-masing tercatat 0,04 persen.

BPS mencatat, sejumlah komoditas memberikan andil deflasi m-to-m, di antaranya cabai merah, cabai rawit, bayam, kangkung, bensin, telur ayam ras, sawi hijau, udang basah, serta ikan selar atau ikan tude. Penurunan harga komoditas pangan tersebut mampu menahan laju inflasi bulanan, meskipun tekanan dari emas perhiasan dan angkutan udara masih terasa.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun secara tahunan Batam mengalami inflasi, namun secara bulanan terjadi penurunan harga pada beberapa komoditas pangan,” jelas Eko. (*)

Update