
batampos – Arus mobilitas penduduk di Kota Batam masih menunjukkan tren tinggi di awal tahun 2026. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat, sepanjang Januari 2026, jumlah penduduk yang pindah datang ke Batam mencapai 6.810 jiwa, sementara 5.101 jiwa tercatat pindah keluar dari daerah ini.
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adhisty, mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa Batam masih menjadi daerah tujuan penduduk dari berbagai wilayah, khususnya untuk bekerja dan mencari peluang ekonomi.
“Di awal tahun 2026 ini, jumlah penduduk yang datang masih lebih tinggi dibandingkan yang pindah keluar,” ujar Sri Adhisty, Kamis (5/2).
Berdasarkan data Disdukcapil, dari total 5.101 jiwa yang pindah keluar, terdiri dari 2.681 laki-laki dan 2.515 perempuan. Sementara untuk penduduk yang datang ke Batam sebanyak 6.810 jiwa, terdiri dari 4.115 laki-laki dan 1.434 perempuan, dengan total keluarga (JML) sebanyak 5.376.
Mobilitas penduduk ini tersebar di seluruh kecamatan. Batam Kota menjadi wilayah dengan angka perpindahan tertinggi. Di kecamatan ini tercatat 852 jiwa pindah keluar, sementara 937 jiwa tercatat datang. Tingginya aktivitas perkantoran, perdagangan, dan jasa menjadi salah satu faktor utama tingginya pergerakan penduduk.
Kecamatan lain dengan angka mobilitas besar adalah Sagulung, dengan 822 jiwa pindah keluar dan 1.234 jiwa datang. Disusul Sekupang yang mencatat 730 jiwa pindah keluar dan 1.242 jiwa datang, serta Batu Aji dengan 759 jiwa pindah keluar dan 822 jiwa datang.
Wilayah Bengkong juga mencatat arus yang cukup tinggi, dengan 491 jiwa pindah keluar dan 717 jiwa datang. Sementara di Lubuk Baja, tercatat 348 jiwa pindah keluar dan 290 jiwa datang.
Mayoritas penduduk yang datang ke Batam merupakan pendatang usia produktif. Mereka umumnya datang karena faktor pekerjaan di sektor industri, galangan kapal, jasa, hingga perdagangan.
Meski demikian, Disdukcapil mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepindahan dan kedatangan agar tercatat secara resmi dalam administrasi kependudukan.
“Kami mengimbau masyarakat yang datang ke Batam untuk segera mengurus administrasi kependudukannya. Data yang akurat sangat penting sebagai dasar pelayanan publik dan perencanaan pembangunan,” kata Sri Miranthy.
Ia menambahkan, data kependudukan menjadi rujukan penting dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penyaluran bantuan sosial.
“Dengan tertib administrasi, pemerintah bisa memastikan seluruh warga mendapatkan hak pelayanan yang sama,” tutupnya.
Pantauan Batam Pos di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kamis (5/2) sejumlah warga tampak mengurus surat pindah datang. Mayoritas pendatang mengaku baru tiba di Batam pada penghujung tahun dan memilih langsung mengurus dokumen kependudukan di awal tahun demi mempermudah mencari pekerjaan.
“Biasanya awal tahun banyak perusahaan buka lowongan kerja,” ujar Yadi, salah seorang pendatang.
Hal serupa disampaikan Dika. Ia mengaku baru tiba di Batam dan langsung mengurus surat pindah serta KTP Batam. Menurutnya, kepemilikan identitas kependudukan Batam dinilai penting sebagai syarat administratif melamar kerja.
“Katanya kalau sudah KTP Batam lebih cepat dapat kerja, jadi langsung diurus,” katanya.(*)



