Jumat, 16 Januari 2026

Awal Tahun, 2.301 Pencari Kerja Urus Kartu Kuning di Disnaker Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti
Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti.

batampos – Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam kembali dipadati pencari kerja yang mengurus kartu kuning atau Kartu AK1 pada Senin (10/2). Sejak pagi, belasan warga datang untuk mendapatkan dokumen yang menjadi salah satu syarat melamar pekerjaan. Beberapa di antaranya tampak sibuk mengisi formulir dan menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa mayoritas pemohon merupakan lulusan SMA dan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan mereka. Ada juga yang sudah pernah bekerja tetapi ingin mencari peluang baru di perusahaan lain.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan bahwa setiap awal pekan, jumlah pemohon kartu kuning memang cenderung meningkat. “Biasanya hari Senin selalu ramai karena banyak yang baru selesai mengurus persyaratan lainnya dan langsung ke sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kartu kuning menjadi dokumen penting bagi pencari kerja, terutama di sektor industri dan jasa yang berkembang pesat di Batam. Proses pembuatannya pun relatif cepat, asalkan pemohon membawa dokumen lengkap seperti fotokopi KTP, ijazah terakhir, dan pas foto.

Data Disnaker Batam menunjukkan tren pengurusan kartu kuning yang cukup tinggi. Sepanjang Januari 2025, terdapat 1.397 pemohon dari warga ber-KTP Batam atau yang mengurus di kantor kecamatan. Sementara pada Februari hingga saat ini, tercatat 544 pemohon.

Untuk warga luar Batam yang mengurus langsung di kantor Disnaker, tercatat 275 pemohon pada Januari dan 85 pemohon pada Februari.

“Totalnya sampai Februari ini sudah ada 2.301 pencari kerja yang mengurus kartu kuning, baik di kantor Disnaker maupun di kantor kecamatan,” kata Rudi.

Salah satu pencari kerja, Andi, mengaku datang sejak pagi untuk mengurus kartu kuning. “Saya sedang mencari pekerjaan di perusahaan elektronik, jadi butuh kartu kuning ini. Alhamdulillah, prosesnya cepat,” katanya.

Selain Andi, seorang pemohon lainnya, Siti, mengaku baru pertama kali mengurus kartu kuning setelah lulus dari salah satu universitas di Batam. “Saya ingin melamar kerja di perusahaan manufaktur. Sekarang banyak lowongan, jadi saya harus siapkan semua dokumen termasuk kartu kuning,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, pelayanan di kantor Disnaker terpantau berjalan lancar. Petugas tampak sigap membantu pemohon yang masih bingung dengan prosedur pengurusan dokumen. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update