
batampos – Penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke negara tetangga, Malaysia tengah marak diawal tahun 2026. Buktinya, dalam pekan ini petugas Bea Cukai menindak dua penyelundupan dengan barang bukti mencapai 300 ribu ekor benur.
Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Sodikin, mengatakan pihaknya tengah memperketat pengawasan dan patroli laut untuk mencegah penyelundupan dan menjaga kekayaan laut nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan serta sinergi pengawasan bersama instansi lainnya. Ini dilakukan semata-mata untuk memajukan bangsa,” ujarnya.
Ia mengaku dalam waktu empat bulan ini sudah menindak tiga penyelundupan BBL. Sayangnya, seluruh nahkoda kapal mengandaskan kapal dan berhasil melarikan diri.
“Kami tidak berhenti disitu saja, kami melakukan penelesuran, pengejaran,” tegasnya.
Baca Juga: Aliran Air Masih Mandek di Kampung Lama Tanjung Sengkuang, Warga Bergantung Air Tangki
Diketahui, Malaysia merupakan lokasi favorit penyelundupan BBL dari Indonesia melalui Perairan Kepri. Benur di Malaysia dihargai lebih tinggi mencapai 10 kali lipat.
“Siapa pemasoknya atau ada keterlibatan nelayan juga kita belum bisa pastikan. Masih kita telusuri,” ungkapnya.
Sementara Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV, Ketut Budiantara, mengatakan penindakan penyelundupan BBL ini menjadi atensi dari Presiden, Prabowo Subianto.
Baca Juga: BP Batam Pasang Target Tinggi 2027: Penyelesaian Soal Air hingga Pertumbuhan Ekonomi
Hal ini tertuang dalam Asta Cita nomor 7. Yakni penguatan, pencegahan, pemberantasan penyelundupan yang merugikan negara.
“Penindakan ini menunjukkan keberadaan kita sesuai perintah Presiden. Dan kita akan terus berkolaborasi untuk menjaga kekayaan laut ini,” tutupnya. (*)



