Minggu, 15 Maret 2026

Bacok Sekuriti, Kakak-Beradik Dituntut 15 Bulan Penjara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sidang kasus pembacokan sekuriti PT Sumber Marine Tanjunguncang di PN Batam, Kamis (9/6). (F.Yashinta)

batampos – Ari Gunawan terdakwa kasus pembacokan sekuriti PT Sumber Marine Tanjunguncang dituntut 15 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kemarin. Sedangkan Davit Renata, adik kandung Ari Gunawan dituntut 10 bulan penjara karena mengantar terdakwa.

Tuntutan hukuman terhadap kakak beradik ini dibacakan JPU Sabar Gunawan dalam berkas terpisah atas perkara penganiayan. Dijelaskan Gunawan dalam tuntutan, bahwa terdakwa Ari Gunawan terbukti melakukan pembacokan dengan golok yang membuat korban mengalami luka.

“Perbuataan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah, sebagaiman diatur pasal 351 tentang penganiayan, menuntut terdakwa dihukum satu tahun 3 bulan,” ujar Sabar di depan majelis hakim PN Batam.

Sementara, untuk terdakwa Davit Renata juga terbukti melakukan penganiayaan, meski hanya sebagai pihak yang mengantar Ari Gunawan untuk membacok korban.

“Menuntut Davit Renata dengan 10 bulan penjara dikurangi selama terdakwa ditahan,” terang Gunawa.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim. Alasannya, ada anak yang sekolah dan ia sebagai tulang punggung keluarga, karena sebagai anak pertama dalam keluarga.

“Saya mohon keringan yabg mulia, saya anak pertama yang harus membiayai orang tua. Saya juga punya anak yang masih sekolah, saya menyesal,” ujar Ari sembari menangis.

Hal senada diungkapkan Davit, yang mengaku istrinya tengah hamil. Ia berharap majelis hakim meringankan hukuman.

Usai mendengar pembelaan lisan terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga minggu depan.

JPU Sabar menjelaskan perbuataan kedua terdakwa berbeda. Ari Gunawan melakukan pembacokan setelah mendengar Davit mengadu usai dimaki-maki sekuriti. Ia yang tak terima adiknya dimaki, meminta Davit mengantar ke perusahaan. Sesampai di perusahaan ia pun langsung membacok sekuriti yang tengah berjaga. (*)

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN