Jumat, 16 Januari 2026

Bahaya Aquaplaning di Jalan Basah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: Honda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Curah hujan yang masih kerap mengguyur Kota Batam pada penghujung tahun 2025 menjadi perhatian serius bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang basah dan licin, baik saat hujan turun maupun setelahnya, dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas jika tidak diantisipasi dengan baik.

Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Duri Yanto, menyampaikan salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah aquaplaning, yakni kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram akibat lapisan air di permukaan jalan.

“Situasi ini dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi. Selain itu, genangan air juga berpotensi menutupi lubang jalan yang membahayakan dan dapat mengganggu keseimbangan pengendara ketika roda masuk secara tiba-tiba,” kata dia, Senin (29/12).

Menghadapi kondisi tersebut, pengendara diimbau tidak memaksakan diri menerobos genangan air. Jika memungkinkan, pengendara disarankan menunggu hingga air surut.

“Apabila harus melintas, ketinggian air perlu dipastikan masih dalam batas aman sesuai jenis dan ground clearance sepeda motor, guna menghindari air masuk ke ruang bakar yang dapat menyebabkan kerusakan mesin,” ujarnya.

Kecepatan rendah menjadi faktor utama keselamatan saat melintasi jalan tergenang, terlebih di jalur yang belum dikenal. Berkendara terlalu cepat dapat menyebabkan roda kehilangan traksi dan meningkatkan risiko terjatuh, apalagi jika terdapat lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup air.

Pengendara juga diingatkan untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi manuver mendadak pengendara lain yang menghindari lubang atau melakukan pengereman tiba-tiba di permukaan jalan licin.

Selain aspek teknis, postur dan teknik berkendara juga perlu diperhatikan. Pengendara disarankan tidak meletakkan jari dalam posisi siaga di tuas rem saat melintasi genangan air.

“Refleks menarik rem secara mendadak berisiko menyebabkan roda depan terkunci dan memicu selip di jalan basah,” jelasnya.

Ia mengatakan, keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca ekstrem. “Keselamatan berkendara bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga kesiapan dan kesadaran menghadapi kondisi jalan. Kami terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap faktor keselamatan,” ujarnya.

Senada, Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara wilayah Kepulauan Riau, Christofer Valentino, mengingatkan pengendara agar tetap fokus dan mengutamakan perlindungan diri.

“Gunakan perlengkapan berkendara lengkap dan selalu cari aman dalam kondisi apa pun agar aktivitas tetap berjalan lancar sesuai rencana,” katanya. (*)

ReporterAzis Maulana

Update