Senin, 12 Januari 2026

Bajafash 2025 Usung “Strait Inspiration”, Kolaborasikan Jazz dan Fashion Bernafaskan Peranakan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata bersama Founder and Advisor Bajafash Indina Putri Fadjar, desainer asal Malaysia Eric Choong , Musisi Amelia Ong dan lainnya memberikan keterangan pertunjukan Bajafash saat keterangan pers di Garden Bay Harbour bay, Kamis (6/11). Bajafash akan digelar di Ballroom Wyndham Panbil 7-8 November 2025. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Ajang musik dan fashion tahunan, Batam Jazz and Fashion (Bajafash) kembali digelar tahun ini memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan. Event yang selalu dinantikan penikmat musik jazz dan pecinta fashion itu akan berlangsung pada 7-8 November 2025 di Ballroom Wyndham Panbil. Mengusung kemasan artistik, ruang ballroom akan disulap menjadi museum peranakan untuk menguatkan tema utama tahun ini.

Founder sekaligus Advisor Bajafash, Indina Putri Fadjar, mengatakan perhelatan tahun ini kembali menghadirkan kolaborasi kreatif antara musisi jazz dan desainer dari berbagai daerah. Baik dari lokal Kepulauan Riau, nasional, hingga internasional. Menurutnya, Bajafash 2025 mengangkat tema “Strait Inspiration” yang menonjolkan nuansa budaya peranakan sebagai identitas dan daya tarik utama.

“Ini menjadi tahun keempat Bajafash mengusung konsep zero waste. Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya indah, tetapi juga berkelanjutan. Dan tahun ini Ballroom Wyndham Panbil akan kami transformasi menjadi museum peranakan,” ungkap Dina dalam konferensi pers di Garden Bay Harbourbay Batam, Kamis (6/11).

Sejumlah penampil dipastikan hadir, termasuk penyanyi senior Indonesia, Vina Panduwinata, yang menjadi bintang utama. Selain itu, akan tampil Jazz DJ, Eli dengan konsep Jazz Keroncong, serta kolaborasinya dengan SMK Muhammadiyah Kabil Batam yang menghadirkan lima karya fashion bertema peranakan. “Mereka akan menampilkan fashion show yang menggambarkan kekayaan budaya peranakan,” tambah Dina.

BACA JUGA: Diisi Musisi Lintas Negara, Bajafash 2025 Hadir dengan Tema The Strait Inspiration

Penampilan lainnya juga datang dari Kangkubawa Jazz Melayu serta paduan suara bergenre jazz dari Global School yang baru saja menorehkan prestasi di Jerman. Tidak hanya menjadi tontonan, Dina menegaskan Bajafash juga menghadirkan unsur edukasi melalui eksplorasi budaya dan kreativitas lintas bidang seni.

Desainer asal Malaysia, Eric Choong, turut bergabung dalam perhelatan ini. Ia mengaku merasa terhormat bisa kembali terlibat. “Ini adalah event yang luar biasa karena mampu memadukan fashion dan musik jazz dalam satu panggung. Saya akan hadir dengan karya yang terinspirasi dari budaya Asia,” ujarnya.

Musisi jazz Amelia Ong juga menyampaikan kebanggaannya bisa kembali naik panggung Bajafash. Ia telah menyiapkan penampilan khusus pada 8 November, termasuk kolaborasi dengan karya Putri Anjani. “Saya sangat menantikan bisa kembali merasakan energi antusiasme penonton Bajafash,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut Bajafash adalah salah satu event yang memberikan dampak besar bagi pariwisata Batam. “Ini event bergengsi dan selalu menampilkan bintang besar. Bajafash telah berkontribusi dalam memperkenalkan Batam ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Ia berharap dukungan masyarakat dan sektor swasta dapat terus menguatkan keberlanjutan event ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update