Sabtu, 17 Januari 2026

Bandara Hang Nadim Sedia 4 Alat Pemindai Dokumen Vaksin

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos.co.id – Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim akan menguji coba alat pemindai atau scanner aplikasi yang berisi unggahan dokumen vaksin, PCR atau rapid test antigen milik penumpang, Senin (30/8/2021).

Uji coba dilakukan setelah mendapatkan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

”Barusan (kemarin) kami dapat password (kata sandi) untuk scanner (alat pemindai)-nya, jadi baru diinstal programnya. Besok (hari ini) kemungkinan baru dilakukan uji coba,” kata General Manager Logistik dan Aerocity Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, Minggu (29/8/2021).

Ia mengatakan, BUBU Hang Nadim masih menguji efektivitas alat tersebut.

Sehingga, begitu diluncurkan, alat pemindai dapat berfungsi dengan baik.

”Kami akan lihat dulu, apakah ada permasalahan atau tidak. Jika ada permasalahan, nantinya akan kami perbaiki terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ilustrasi. Petugas KKP Kelas I Kota Batam saat memeriksa surat rapid test dan swab test para penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Pada tahap awal, Hang Nadim akan mengoperasikan 4 unit barcode scanner PeduliLindungi pada Senin (30/8/2021).

Menurut Benny, empat barcode scanner tersebut diperkirakan cukup dengan rata-rata jumlah keberangkatan penumpang di Hang Nadim antara 1.000 hingga 1.500 orang per hari.

”Tetapi kami lihat kondisi di lapangan, jika dirasakan kurang akan ditambah,” terang Benny.

Masyarakat yang bepergian pada Senin ini, kata Benny, masih bisa menggunakan cara manual yakni memperlihatkan sertifikat vaksin dan dokumen negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR atau rapid test antigen.

”Saya belum bisa jelaskan secara teknis bagaimana penggunaan alat ini, karena besok (hari ini) baru mau kami uji cobakan,” tuturnya.

Namun, secara umum terkait penggunaan alat ini, masyarakat terlebih dahulu harus menginstal aplikasi PeduliLindungi di ponsel
pintar mereka.

Aplikasi ini berguna untuk memasukkan data vaksinasi maupun dokumen negatif PCR atau antigen yang merupakan syarat untuk melintas dan terbang dari suatu bandara.

Aplikasi ini menjadi dokumen digital yang menyimpan data-data
tersebut.

Nantinya, sebelum masuk ke terminal keberangkatan di Bandara Hang Nadim, calon penumpang hanya cukup memperlihatkan barcode di aplikasi PeduliLindungi.

Nantinya, alat yang telah dipasang di luar terminal keberangkatan Hang Nadim akan membaca, apakah calon penumpang memiliki persyaratan yang diminta untuk menuju daerah lainnya di Indonesia.

”Alat ini tentunya dapat memudahkan pengecekan dan peng-input-an data,” ujarnya.

Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, membenarkan bahwa alat pemindai serifikat vaksin dan PCR atau antigen belum berjalan.

Pasalnya, alat tersebut masih dalam penyempurnaan.

”Sedang dirapikan oleh pihak BUBU (Hang Nadim) dan Kemenhub,” ungkapnya.

Yorgi, salah seorang calon penumpang yang hendak terbang ke Medan, mengaku antusias dengan persiapan Bandara Hang Nadim menghadirkan alat pemindai dokumen digital tersebut.

Menurutnya, pemindaian akan mempercepat pengecekan dokumen penumpang.

”Dari pada antre lama dicek satu-satu secara manual, mending pakai scan aplikasi, cepat dan gak ribet,” katanya.(jpg)

Update