Minggu, 18 Januari 2026

Banjir di Marina Makin Semakin Parah, Warga Keluhkan Proyek Ganggu Resapan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan pemukiman di Marina banjir. f.Eusebius Sara

batampos– Hujan yang hanya berlangsung sebentar kembali membuat kawasan Marina, Kecamatan Sekupang, Kota Batam terendam banjir, Rabu (2/7). Air dengan cepat menggenangi jalan raya dan sejumlah jalan pemukiman warga. Kondisi ini memicu keluhan warga, yang menilai persoalan banjir tak kunjung mendapat solusi nyata.

Marina selama ini memang dikenal sebagai kawasan padat penduduk yang rawan banjir. Minimnya ruang terbuka hijau dan lokasi resapan air menjadi penyebab utama. Setiap kali hujan turun, meski hanya sebentar, air langsung naik dan mengganggu aktivitas warga.

Warga mengeluhkan banjir yang kerap muncul terutama di depan Perumahan Marina Raya. Di titik ini, air meluap dan sulit surut dalam waktu cepat. Salah satu faktor pemicu adalah proyek pematangan lahan yang menjamur di sekitar kawasan tersebut.

BACA JUGA: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Kepri

“Setiap hujan, banjir pasti terjadi. Apalagi sekarang banyak proyek pematangan lahan di sekitar sini. Aliran air terganggu dan lokasi resapan ditimbun,” ujar Andika, warga Marina Raya. Ia mengatakan, proyek pembangunan banyak dilakukan di dekat drainase dan kolam resapan, yang seharusnya dijaga agar tetap berfungsi.

Tak hanya di jalan permukiman, genangan juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Marina City. Setelah hujan reda, air tetap menggenang di tengah jalan. Diduga tidak adanya jalur keluar air membuat genangan lama surut dan membahayakan pengendara.

Menanggapi keluhan warga, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batam tidak tinggal diam. Upaya penanganan banjir terus dilakukan, salah satunya dengan normalisasi drainase di berbagai titik yang rawan genangan. “Pemko Batam melalui dinas teknis terus berupaya menormalkan saluran air yang tersumbat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase.

“Kami berharap masyarakat ikut peduli, jangan buang sampah sembarangan. Drainase itu milik bersama, harus dijaga bersama,” tegasnya.

Selain masyarakat, Syamsuddin juga mengingatkan pihak pengembang dan pemilik proyek agar memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan. Ia menekankan pentingnya mematuhi aturan yang ada, terutama terkait aliran dan resapan air.

“Setiap pembangunan harus ada kajian dampaknya, jangan asal timbun yang akhirnya merugikan masyarakat,” tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait akan terus diperkuat untuk menangani banjir di kawasan Marina dan sekitarnya. Langkah pencegahan jangka panjang sedang dirancang agar permasalahan ini tidak berulang setiap musim hujan.

Dengan kondisi cuaca yang kian tidak menentu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengembang sangat dibutuhkan. Jika tidak, banjir akan menjadi ancaman rutin yang terus menghantui kawasan Marina setiap kali hujan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update