
batampos – Bencana alam yang melanda wilayah Sumatera diprediksi akan mempengaruhi pasokan bawang dan cabai ke Kepri, khususnya Batam. Gangguan suplai ini dikhawatirkan memicu lonjakan inflasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan pihaknya akan mengatasi stok ini dengan mendatangkan dari daerah asal lainnya, seperti Yogyakarta dan Sulawesi.
“Sumber-sumbernya berkurang. Kalau tidak ada, itu berbahaya. Dan ini harus kita antisipasi,” ujarnya usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (30/11) malam.
Baca Juga: LC Tewas Diduga karena Penganiayaan di Perumahan Jodoh Permai, Kasus Ditutupi Agency
Ia menjelaskan Pemprov Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga sedang merancang langkah mitigasi lainnya. Hal ini untuk menghindari kelangkaan pangan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kita coba lihat ketersediaannya. Kami dari TPID juga akan memaping dan mengevaluasi ketersediaan,” katanya.
Menurut dia, ketersediaan bahan pangan secara umum masih aman. Namun, beberapa harga jenis pangan masih melonjak karena dipengaruhi biaya transportasi.
“Seperti dari Jawa yang tidak tahan lama. Kita sudah bekerjasama dengan beberapa daerah terkait list harga dan stoknya,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



