
batampos – Banjir rob kembali melanda pesisir Desa Air Lingka, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Senin (8/12) pagi. Genangan air laut yang naik hingga setinggi betis orang dewasa mulai memasuki area permukiman rendah. Meski belum menimbulkan kerusakan berarti, warga tampak meningkatkan kewaspadaan.
Laporan warga mengenai rob tersebut cepat diterima Tim Pammat Ditsamapta Polda Kepri. Tanpa menunggu situasi memburuk, beberapa personel dipimpin Ipda Hambali Ikhsan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan SAR lengkap. Perjalanan sekitar satu jam ditempuh menuju pesisir Galang.
Setibanya di Air Lingka sekitar pukul 10.00 WIB, tim langsung menyisir area terdampak. Genangan tampak merata di pinggir pantai dan sebagian permukiman dataran rendah. Warga berjaga-jaga karena pasang maksimum biasanya terjadi pada siang hingga sore hari.
Dalam kesempatan itu, petugas mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting,KTP, KK, ijazah, surat tanah serta perlengkapan darurat seperti senter, obat pribadi, baterai cadangan, dan makanan siap saji. Tas ini harus mudah dijangkau jika sewaktu-waktu warga harus mengungsi.
Petugas juga mengecek instalasi listrik rumah warga. Mereka meminta agar aliran listrik dimatikan sementara bila air kembali naik untuk menghindari korsleting.
Tim Pammat tak hanya memantau area permukiman, tetapi juga titik-titik pesisir yang menjadi jalur masuk air laut. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kenaikan air mendadak. Pemantauan berlanjut hingga mendekati siang, periode ketika risiko rob biasanya meningkat.
Di sela-sela kegiatan, nomor layanan darurat 110 dan call centre Ditsamapta turut dibagikan agar warga bisa langsung menghubungi petugas bila situasi berubah cepat.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, menegaskan bahwa langkah cepat turun ke lapangan adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi fenomena rob yang semakin sering terjadi.
“Begitu laporan masuk, kami tidak menunggu situasi memburuk. Personel langsung kami turunkan untuk memastikan keselamatan warga,” ujarnya.
Ia menyebut pesisir Galang merupakan salah satu wilayah yang rawan rob, terutama saat cuaca ekstrem. Karena itu, patroli preventif ditingkatkan untuk meminimalisasi risiko.
“Cuaca sulit diprediksi. Kami harus selalu berada selangkah lebih cepat,” tambahnya.
Saat patroli berlangsung, petugas juga menyampaikan imbauan agar warga rutin memantau informasi dari BMKG dan BPBD, terutama terkait pasang surut dan kondisi cuaca.
“Informasi resmi sangat penting untuk menentukan langkah evakuasi awal,” tegas Joko.
Pemantauan selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi air tidak menunjukkan kenaikan signifikan, dan situasi dipastikan aman. Aktivitas warga perlahan kembali normal setelah memastikan lingkungan sekitar berada dalam kondisi terkendali.
Polda Kepri memastikan patroli pesisir akan terus dilakukan sebagai bagian dari antisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih berpotensi muncul dalam beberapa bulan mendatang.
“Kami butuh laporan cepat dan akurat dari masyarakat. Dengan begitu, langkah penyelamatan bisa dilakukan sejak awal,” kata Joko. (*)
Reporter: Yashinta



