
batampos – Pemerintah Kota Batam akan meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 17 Agustus 2025. Peluncuran akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Batam, Yusal, mengatakan penyerahan secara simbolis akan dilakukan pada momentum tersebut sebelum seragam dibagikan ke seluruh sekolah.
“Rencana awalnya seperti itu. Karena sifatnya protokoler, setelah resmi dilaunching baru kita distribusikan ke setiap sekolah,” ujarnya, Kamis (14/8).
Program ini menyasar siswa di sekolah negeri maupun swasta, dengan target distribusi mulai Agustus 2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menambahkan pengadaan seragam telah rampung. Saat ini, pemerintah tengah mematangkan teknis penyaluran agar proses pembagian berjalan cepat dan efisien.
“Seragamnya sudah siap. Sekarang kami sedang menyusun teknis pembagian supaya tidak memakan waktu lama di lapangan. Kemungkinan besar akan dibagi per kelompok wilayah sekolah,” kata Rudi.
Bantuan seragam gratis ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di tengah tantangan ekonomi masyarakat. Seragam yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yakni seragam nasional dan seragam khas daerah berupa baju Melayu.
Siswa kelas 1 SD akan menerima seragam merah putih dan baju Melayu, sementara siswa kelas 7 SMP akan mendapatkan seragam putih biru dan baju Melayu.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya menegaskan program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus daerah.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus Kota Batam. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala persoalan seragam,” ujarnya.
Total seragam yang akan didistribusikan mencapai 105.670 stel, mencakup lebih dari 500 sekolah serta sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dengan total hampir 1.000 satuan pendidikan di seluruh Batam.
Pemerintah berharap program ini dapat menumbuhkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pengenalan baju Melayu kepada generasi muda. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



