Sabtu, 4 Juli 2026

Banyak Ibu Jual Perhiasan Emas untuk Biaya Masuk Sekolah

Berita Terkait

Seorang ibu menjual emasnya di sebuah toko mas di Batam. Saat ini banyak ibu rumah tangga yang menjual emasnya untuk biaya masuk anak sekolah. F Azis Maulana/ batam pos

batampos – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah toko emas di Kota Batam mengalami peningkatan transaksi penjualan emas dari masyarakat. Fenomena yang berulang setiap tahun ini kembali terlihat, dengan mayoritas penjual merupakan para ibu rumah tangga yang melepas perhiasan mereka untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak.

Di salah satu pusat perdagangan emas di Batam, Toko Mas Banda Baru, aktivitas penjualan emas oleh warga meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Perhiasan yang dijual umumnya berupa gelang, cincin, dan kalung dengan berat rata-rata sekitar lima gram.

“Belakangan memang kebanyakan yang datang ibu-ibu. Alasannya hampir sama, untuk kebutuhan tahun ajaran baru sekolah anak,” kata Riza, staf Toko Mas Banda Baru, Kamis, (2/7).

Menurut Riza, kebutuhan pendidikan yang harus dipenuhi dalam waktu bersamaan membuat sebagian keluarga memilih mencairkan aset yang paling mudah dijual, yakni emas perhiasan. Dana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli seragam sekolah, perlengkapan belajar, hingga memenuhi berbagai biaya pendidikan lainnya.

Ia mengatakan, tren penjualan emas untuk kebutuhan sekolah merupakan fenomena musiman yang hampir selalu terjadi menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

“Mayoritas yang dijual sekitar lima gram. Harga jual dan beli emas juga bergerak berbanding lurus mengikuti harga pasar,” ujarnya.

Berdasarkan daftar harga Toko Mas Banda Baru per Kamis, 2 Juli 2026 pukul 13.29 WIB, harga pembelian emas dari masyarakat untuk kategori emas 24 karat berada di kisaran Rp2,28 juta per gram. Sementara harga jual emas 24 karat kepada konsumen berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp2,468 juta per gram, tergantung beratnya.

Untuk kategori emas kadar 916, harga beli dari masyarakat tercatat sebesar Rp2,017 juta per gram, sedangkan emas kadar 750 dibeli seharga Rp1,63 juta per gram.

Sejumlah orang tua mengaku menjual sebagian simpanan emas karena pengeluaran pendidikan anak meningkat signifikan pada awal tahun ajaran. Selain biaya seragam dan perlengkapan sekolah, beberapa keluarga juga harus menyiapkan dana transportasi, uang kegiatan sekolah, hingga kebutuhan penunjang pembelajaran lainnya.

“Daripada meminjam uang, saya pilih menjual sedikit emas yang ada. Yang penting kebutuhan sekolah anak bisa terpenuhi,” ujar seorang ibu rumah tangga yang ditemui di kawasan pertokoan emas Batam.

Fenomena penjualan emas untuk membiayai pendidikan menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi instrumen tabungan rumah tangga yang paling mudah dicairkan ketika kebutuhan mendesak muncul.

Di tengah kenaikan harga emas yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir, banyak keluarga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh dana tunai dengan cepat.

Bagi sebagian masyarakat Batam, emas bukan sekadar perhiasan, melainkan juga menjadi bantalan ekonomi keluarga yang dapat diandalkan saat menghadapi kebutuhan besar, termasuk biaya pendidikan anak pada setiap awal tahun ajaran baru.(*)

Reporterazis maulana

UPDATE