Kamis, 12 Maret 2026

Banyak Jalan Menuju Kampung Halaman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi pilihan mudik Lebaran bagi warga Batam. Foto: CHATGPT

batampos – Ketika slot kursi pesawat menipis dan harga tiket melambung, ribuan warga Batam dipaksa menyusun ulang peta mudiknya sendiri, mulai dari mencari alternatif kapal RoRo, Pelni, hingga jalur berlapis antarpelabuhan. Lebaran menunjukkan satu hal: mudik bagi pekerja perantauan tak lagi sekadar perjalanan, melainkan perjuangan mencari jalur yang tersedia menuju kampung halaman.

Ketersediaan kursi pesawat terbang hampir tak tersisa. Jika pun ada, harganya melambung jauh dari jangkauan sebagian besar pekerja. Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, ribuan warga Batam yang ingin pulang kampung mendadak dihadapkan pada pilihan sulit: menunda mudik, merogoh kocek lebih dalam, atau mencari jalan lain yang lebih panjang dan berliku.

Situasi ini membuka satu realitas yang jarang disorot: bagi kota yang dihuni mayoritas pendatang seperti Batam, perjalanan pulang kampung bukan sekadar mobilitas tahunan, melainkan kebutuhan sosial yang kuat. Ketika akses udara menjadi mahal dan terbatas, warga mulai memutar otak—menyusuri jalur laut domestik, berpindah moda dari pelabuhan ke pelabuhan, bahkan menyeberang ke negara tetangga demi mendapatkan tiket pesawat yang lebih terjangkau.

BACAL SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

ReporterTim Batampos

SALAM RAMADAN