
batampos – Angkutan umum Bintang Kembar (Bimbar) hingga saat ini masih beroperasi dan melayani trayek di Batuaji dan Sagulung. Operasional angkutan ini kerap dikeluhkan masyarakat karena sudah tak laik, bahkan menyebabkan kecelakaan.
Surya, warga Batuaji mengaku kesal dengan keberadaan Bimbar ini di jalanan. Menurut dia, sopir Bimbar kerap ugal-ugalan dan melanggar rambu lalu-lintas.
“Bimbar ini suka ngebut-ngebut dan terobos lampu merah. Kalau berhenti sesukanya saja, mendadak dan tidak gunakan sign,” ujarnya, Kamis (18/12).
Menurut dia, hampir seluruh bus angkutan juga sudah tak laik. Seperti fasilitas di dalam bus, dan kondisi body mobil yang sudah keropos.
Baca Juga: Batam Berusia 196 Tahun, DPRD Tekankan Pembangunan Tertata dan Berkeadilan
“Bemper mobilnya, kacanya juga tidak ada. Sangat tidak laik berada di jalan,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Batam berencana menghabiskan trayek Bimbar ini pada tahun 2025. Namun, hal tersebut berum terealisasikan.
“Hentikan saja angkutan Bimbar ini. Sekarang masyarakat lebih memilih Trans Batam,” ungkap Surya.
Rio, warga lainnya mengatakan keberadaan Bimbar ini kerap menyebabkan kecelakaan. Bahkan, aksi ugal-ugalan sopir menyebabkan penumpangnya kehilangan nyawa.
Baca Juga: Diam-diam 5.300 Warga Kepri Terjebak sebagai Pekerja Migran Ilegal di Kamboja
“Sekarang Bimbar ini hanya jadi masalah saja. Sudah tidak ada lagi keuntungannya,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan mengenai trayek Bimbar ini. (*)



