Jumat, 3 April 2026

Banyak Toko di Batam Kehabisan Minyak Goreng Curah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi minyak goreng curah. Foto: Jawapos.com

batampos – Banyak toko atau kios sembako di Kota Batam mengaku telah kehabisan stok minyak goreng curah.

Padahal, minyak goreng curah ini menjadi alternatif pilihan lantaran harga minyak goreng kemasan dinilai mahal, berkisar Rp 21 ribu per liter.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kelangkaan minyak goreng curah terjadi di beberapa wilayah seperti Batuaji dan Sagulung, Senin (11/4) kemarin. Pedagang mengaku telah kehabisan stok sejak akhir pekan kemarin.

”Kadang tiga pekan sekali diantar, itupun hanya 20 jeriken (tiap jeriken berisi sekitar 25-30 liter). Nah, kebetulan punya kami (stok) sudah habis sejak Kamis lalu. Belum ada pengantaran lagi (dari pemasok),” kata Budi, pedagang sembako di Pasar Fanindo, Tanjunguncang.

Jajaran Polsek Batuaji yang melakukan pengawasan di lapangan juga mendapati banyak toko yang kehabisan stok minyak goreng curah.

Kapolsek Batuaji, Kompol Daniel Ganjar Kristanto, menuturkan, dari empat toko sembako yang besar di Pasar Fanindo dan Aviari yang didatangi pihak kepolisian, hanya dua toko yang memiliki stok minyak goreng curah dan itupun jumlahnya sangat terbatas pada akhir pekan kemarin.

”Ada dua toko yang ada stok dan sisa stok ada sekitar 25 jeriken lagi. Dua lainnya kosong,” ujar Daniel.

Temuan ini akan dilaporkan untuk dilanjutkan ke Pemko Batam.

”Kami rutin cek ke lapangan dan apapun hasilnya kami sampaikan ke pimpinan biar diteruskan ke Pemko Batam, supaya ada solusinya,”
kata Daniel.

Sementara itu, Polresta Barelang juga turut melakukan peninjauan dan pengecekan ketersediaan minyak goreng dan pangan lainnya di sejumlah toko, pasar atau minimarket.

Kali ini, kegiatan rutin tersebut dilaksanakan oleh Polsek Batuampar.

Kapolsek Batuampar, Kompol Salahuddin, mengatakan, hingga saat ini ketersediaan minyak goreng di wilayah tersebut masih stabil. Selain itu, ketersediaan sembako lainnya juga masih normal.

“Ketersediaan sembako masih aman dan belum adanya kenaikan harga secara signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mencegah kelangkaan dan kenaikan harga melampaui HET yang dapat meresahkan masyarakat.

“Dari hasil pengecekan, sampai saat ini harga minyak goreng yang dijual ke pasaran sesuai dengan ketentuan pemerintah,” katanya.

Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan minyak goreng jenis apapun di tokonya. Sebab, akan dikenakan sanksi pidana.

”Hasil dari kegiatan ini juga dipastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan pelaku usaha,” tutupnya.

Hal senada dikatakan Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono. Ia mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan stok dan harga di sejumlah pasar.

”Setiap hari kami lakukan pengecekan. Hasilnya stok masih aman dan tidak ada kenaikan harga yang menonjol,” tutupnya.(*)

Reporter: Eusebius Sara-Yofi Yuhendri

UPDATE