
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Kasus penangkapan barang bekas bersegel Bea Cukai Batam yang dilakukan Polresta Barelang berbuntut semakin langkanya barang. Selama hampir 2 pekan, para pedagang tak kunjung mendapati barang.
Edo, pedagang seken di Batuaji mengatakan kasus tersebut membuat pihak BC Batam melarang dan mulai menindak seluruh barang seken masuk ke Kota Batam.
“Sekarang barang kosong, yang dijual pedagang stok lama,” ujarnya, Senin (17/11).
BACA JUGA: Barang Seken Langka, Pedagang Banyak Alih Profesi
Menurut dia, sebelum kasus penangkapan, beberapa kontainer masih masuk dari Singapura dan Malaysia. Modusnya, kontainer tersebut tidak sesuai dengan daftar manifest.
“Kemarin barang masuk pakai kontainer perusahaan, tapi ongkosnya mahal. Sekarang sama sekali tidak boleh masuk barang,” katanya.
Sementara Tomi, pedagang Aviari mengatakan langkanya barang membuat para pedagang gulung tikar. Hampir 50 persen pedagang sudah menutup usahanya.
“Sudah banyak toko yang tutup, tidak ada barang,” ujarnya.
Ia mengatakan akibat langkanya barang dan tutupnya pedagang, kawasan tersebut sangat sepi pengunjung. Padahal, dulunga kawasan ini merupakan tujuan utama masyatakat mencari barang branded dengan harga terjangkau.
“Kalau pedagang banyak jadi driver online sekarang,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi



