Minggu, 18 Januari 2026

Barantin Kepri Siaga Awasi Lalu Lintas Hewan Kurban Jelang Iduladha

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengawasan Barantin Kepri terhadap hewan kurban yang masuk. (Barantin Kepri untuk Batam Pos)

batampos – Menjelang Hari Raya Iduladha, Balai Karantina (Barantin) Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri, meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban.

Terdapat 12 ekor sapi asal Lampung Tengah tiba di Kepri, pada Kamis (22/5) lalu. Seluruh sapi yang masuk diperiksa oleh petugas karantina melalui dua tahapan, yaitu pemeriksaan dokumen persyaratan dan pemeriksaan fisik.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sapi dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) lainnya. Hewan-hewan tersebut juga telah divaksinasi PMK sebelum diberangkatkan.

“Jelang Iduladha, seluruh kekuatan Karantina Kepri termasuk Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjung Uban siaga penuh. Kami ingin memberi jaminan kesehatan terhadap hewan kurban karena ini yang diharapkan masyarakat,” kata Kepala Barantin Kepri, Herwintarti, Minggu (25/5).

Sapi kurban tersebut dikirim untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menariknya, salah satu sapi berbobot lebih dari satu ton merupakan pesanan Presiden Prabowo Subianto untuk dikurbankan di Kampung Bugis Sekera, Kecamatan Bintan Utara.

Wilayah Bintan dan Tanjungpinang memang rutin mendapatkan suplai hewan kurban dari daerah lain, mengingat sebagian besar pasokan berasal dari luar pulau. Selain dari Lampung Tengah, sapi dan kambing juga didatangkan dari Kabupaten Anambas dan Natuna, dua wilayah yang dikenal surplus stok hewan kurban.

Pada Iduladha tahun 2024 lalu, Satpel Tanjung Uban mencatat telah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap 956 ekor sapi dalam 56 kali pemasukan. Sementara untuk kambing, tercatat sebanyak 3.163 ekor dalam 43 kali pemasukan ke wilayah tersebut.

Adapun per 22 Mei 2025, Karantina Kepri telah mencatat pemasukan 459 ekor sapi dalam 29 kali pengiriman, serta 2.238 ekor kambing dalam 25 kali pengiriman. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga hari raya tiba.

“Kepri ini unik karena terdiri dari banyak pulau. Ada wilayah yang bisa menjadi pemasok seperti Natuna dan Anambas, yang kemudian menyuplai ke daerah lain yang kekurangan,” katanya.

Pihaknya memiliki komitmen tinggi dalam mencegah penyebaran HPHK, Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif dengan mematuhi aturan dan melaporkan setiap lalu lintas hewan yang mencurigakan melalui kanal #LaporKarantina.

“Dalam melakukan pengawasan, kami tidak bekerja sendiri. Dukungan semua pihak di pelabuhan sangat kami harapkan agar lalu lintas hewan kurban bisa berjalan sehat dan aman,” kata Herwin.

Reporter: Arjuna

Update