
batampos – Baru beberapa bulan usai amblas dan diperbaiki, Jalan Dang Merdu di Kelurahan Batubesar, Nongsa kembali memunculkan kerusakan. Retakan mulai terlihat di titik yang sama, sementara permukaan jalan tampak menurun. Kondisi ini membuat warga kembali cemas, terlebih karena lokasi tersebut menjadi akses utama warga Nongsa.
Pada malam hari, situasi semakin membahayakan. Tidak ada penerangan jalan yang memadai di sepanjang ruas Jalan Dang Merdu. Hanya temaram lampu permukiman dan sorot kendaraan yang membantu pengendara melihat jalan. Banyak warga mengaku harus ekstra waspada saat melintas karena takut terperosok di bagian jalan yang mulai rusak.
Beberapa warga menilai perbaikan sebelumnya tidak dilakukan secara menyeluruh. Mereka menyebut kondisi jalan itu bahkan sempat hanya ditambal menggunakan pasir dan tanah, yang kemudian rusak kembali setelah diguyur hujan. Tambalan seadanya itu kini sudah hilang, meninggalkan cekungan lebar di badan jalan.
Baca Juga: Antusias Peserta Membludak, Kuota Lomba Pekan Tilawah Pelajar UT se-Kepri 2025 Terlampaui
Desi, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menyebut melihat kondisi jalan itu terus berubah dalam beberapa pekan terakhir. “Kami takut jalan ini amblas lagi seperti dulu. Perbaikannya tidak jelas waktu itu. Entah anggarannya kecil atau bagaimana, jadinya seperti asal-asalan,” katanya.
Desi juga menyoroti kurangnya informasi kepada masyarakat. Ia mengaku tidak pernah melihat papan proyek yang menunjukkan besaran anggaran maupun kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.
“Kami tidak tahu berapa biaya perbaikannya. Tidak ada papan anggaran waktu dikerjakan,” ujarnya.
Kondisi serupa disampaikan Eko, pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi ruas tersebut. Ia mengatakan kerusakan yang muncul lagi dalam waktu singkat menunjukkan konstruksi jalan sebelumnya tidak kuat.
“Kalau dibangun dengan benar, tak mungkin secepat ini rusaknya. Sekarang saja kalau dilalui mobil besar, jalannya goyang,” ungkapnya.
Eko menyebut sebagian warga kini mengurangi kecepatan secara drastis saat melewati lokasi itu. Mereka khawatir retakan semakin melebar, terutama setelah diguyur hujan deras. “Ini lagi musim hujan, takutnya jalanan kembali amblas karena memang kondisinya sudah mulai turun,” terangnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar kerusakan tidak terulang. Ia mendesak agar pekerjaan dilakukan dengan standar yang jelas, terutama mengingat jalan Dang Merdu merupakan jalur penting menuju permukiman, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Sementara, Plt Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dohar tak merespon terkait kerusakan jalan tersebut. Terutama ketidakpastian pembangunan PJU untuk jalan di Batubesar dan Sambau. (*)
Reporter: Yashinta



