Selasa, 13 Januari 2026

Baru Diperbaiki, Jalan Marina Dihantam Truk Proyek Bertonase Berat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk pengangkut material tanah beroda 10 saat melintas di jalan Marina City. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aktivitas truk proyek kembali ramai melintas di Jalan Marina City, Batam, tak lama setelah perbaikan gorong-gorong di simpang Perumahan Jupiter rampung dikerjakan. Warga sekitar mulai resah. Pasalnya, kendaraan bertonase besar pengangkut tanah untuk pematangan lahan itu dikhawatirkan akan merusak jalan yang belum lama diperbaiki.

Pantauan Batam Pos di lapangan, sejumlah truk besar hilir mudik nyaris setiap jam, terutama sejak siang hingga sore hari. Debu mengepul di sepanjang jalan karena muatan tanah terbuka dan kondisi permukaan jalan yang masih berupa semenisasi, belum diaspal ulang.

“Baru beberapa hari selesai diperbaiki, sekarang truk-truk besar mulai ramai lagi. Mereka bawa tanah, jalannya kotor, dan kadang ngebut juga. Kalau begini terus, ya rusak lagi lah,” kata Ramli, warga Marina City, Kamis (9/10).

Ramli juga menyoroti kurangnya pengawasan terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalan pemukiman tersebut. Ia khawatir upaya perbaikan jalan yang baru saja dilakukan bakal sia-sia jika tidak ada penertiban tegas dari pemerintah.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam bersama BP Batam telah menyelesaikan penggantian gorong-gorong rusak di simpang Perumahan Jupiter. Selama pengerjaan, arus lalu lintas sempat ditutup. Kini, jalan sudah kembali dibuka, namun permukaan jalan masih belum diaspal dan rentan rusak jika terus dilalui kendaraan berat.

“Kalau dibiarkan begini, bisa-bisa jalan rusak lagi sebelum diaspal. Truk-truk itu berat, dan jalan belum kuat menopang beban seperti itu,” ujar Wanto, warga lainnya.

Warga meminta Pemko Batam segera menyelesaikan tahapan pengaspalan serta menindak tegas kendaraan berat yang melintas tanpa aturan. Mereka juga mendesak keterlibatan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Barelang untuk melakukan pengawasan, serta meminta perusahaan pengembang ikut bertanggung jawab menjaga kondisi jalan.

“Kalau perlu, batasi jam operasional truk, atau carikan jalur alternatif yang bukan jalur utama warga dan wisatawan. Ini kawasan menuju Marina, lho, masa dibiarkan rusak dan berdebu terus?” tegas Ramli.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait terkait keluhan warga tersebut. Namun masyarakat berharap, sebelum kerusakan kembali terjadi, langkah pencegahan bisa segera diambil. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update