
batampos – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang terjatuh ke laut dari Kapal Tamark 02 di Perairan Tanjung Pinggir, Batam, memasuki hari kedua.
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga radius 4 mil laut dari titik kejadian dengan mengerahkan drone thermal untuk memaksimalkan pemantauan dari udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan pada Operasi SAR hari kedua (H+2) karena korban belum ditemukan hingga operasi hari pertama berakhir.
“Pada operasi SAR hari kedua, area pencarian kami perluas dari sebelumnya 2 mil laut menjadi 4 mil laut dari titik korban jatuh. Hal ini mempertimbangkan arah arus laut serta kondisi cuaca di lapangan,” ujar Dedius, Minggu (18/1).
Menurutnya, kondisi cuaca di perairan Tanjung Pinggir cukup menantang dengan kecepatan angin yang relatif kuat dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1 meter.
Untuk mendukung pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah alutsista laut dan udara, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Pos SAR Batam, kapal Aqua Ace, serta drone thermal.
Penggunaan drone thermal difokuskan untuk menyisir permukaan laut dari udara, khususnya di area perairan yang sulit dijangkau kapal dan memiliki keterbatasan jarak pandang.
“Drone thermal kami gunakan untuk membantu pemantauan dari udara, terutama pada area perairan dengan visibilitas terbatas, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pencarian,” jelasnya.
Peristiwa kecelakaan laut tersebut sebelumnya dilaporkan sebagai kejadian Man Over Board (MOB). Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang menerima laporan pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 06.48 WIB dari Elryk Jacobus selaku Master Kapal Tamark 02.
Berdasarkan keterangan pelapor, insiden korban jatuh ke laut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu Kapal Tamark 02 sedang berlayar di Perairan Tanjung Pinggir, Batam, pada koordinat 01°09.487′ Lintang Utara dan 103°56.222′ Bujur Timur.
Dari laporan awal yang diterima Basarnas, korban diduga terpeleset sebelum akhirnya terjatuh ke laut. Korban diketahui bernama Sakaria Jerianto (23), seorang laki-laki.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Operasi SAR hari pertama (H+1), Basarnas Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung melakukan koordinasi awal dan lanjutan dengan Vessel Traffic Service (VTS) Batam serta Polairud Polda Kepulauan Riau.
Tim rescue Pos SAR Batam yang berjumlah enam personel kemudian dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Car Type II dan RIB 03 Batam untuk melakukan penyisiran di sekitar titik jatuhnya korban.
Namun hingga operasi hari pertama dihentikan, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan dan diperluas pada hari kedua dengan melibatkan unsur SAR gabungan serta pemanfaatan peralatan tambahan.
“Upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR yang berlaku. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait di lapangan. Perkembangan hasil pencarian akan kami sampaikan secara berkala,” tutup Dedius. (*)



