Kamis, 9 April 2026

Basarnas Tutup Pencarian Pekerja Migran Indonesia yang Tenggelam di Perairan Malaysia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapal pembawa PMI yang tenggelam di perairan Malaysia. Foto: Bakamla RI

batampos – Tim Gabungan dari Kantor Basarnas Tanjungpinang, TNI AL, dan Polair Polda Kepri, secara resmi menutup operasi pencarian Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau korban kapal boat tenggelam di Malaysia, Rabu (22/12/2021).

Selama 7 hari operasi di perairan perbatasan Indonesia, Tim Gabungan tak menemukan korban yang hilang tersebut.

”Selama operasi, kita tidak menemukan tanda-tanda korban masuk ke wilayah perairan kita (Indonesia),” ujar Kepala Kantor Pencarian dan
Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi, kemarin.

Slamet menjelaskan, setiap hari operasi, pihaknya menelusuri perairan perbatasan sejauh 900 nautica mile (NM) atau sejauh 1.620 kilometer (Km).

”Untuk operasi terakhir juga nihil hasilnya. Dengan demikian, sesuai SOP Basarnas, pencarian selama 7 hari, dan hari ini (kemarin) ditutup,” katanya.

Slamet menambahkan, dari data terbaru yang didapat Basarnas dari pihak Malaysia, korban yang selamat sebanyak 13 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki dan 1 perempuan.

Korban yang ditemukan meninggal dunia sebanyak 21 orang. Seperti diberitakan sebelumnya, kapal yang mengangkut 50 orang TKI ilegal tenggelam di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia pada Rabu (15/12/2021) lalu.

Dari kejadian tersebut, 21 orang meninggal dunia, 16 orang dinyatakan hilang, serta 13 orang selamat.

UPDATE