
batampos – Perum Bulog Kantor Cabang Batam memastikan dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan beras yang masuk ke wilayah Kepri. Pengiriman beras dari Kalimantan dijadwalkan tiba pada 10 Februari 2026.
“Untuk Batam akan masuk 100 ton beras kemasan 5 kilogram. Sementara ke Karimun juga masuk sekitar 100 ton,” jelas Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira.
Selain itu, pengiriman lanjutan juga akan dilakukan pada tahap berikutnya. Pada sekitar tanggal 25 Februari, Bulog akan mendatangkan sekitar 600 ton beras ke Batam dan sekitar 200 hingga 250 ton ke Karimun, sesuai rencana awal. Pasokan tersebut mayoritas dalam kemasan 25 kilogram.
Baca Juga: Pelebaran Jalan Tengku Sulung dan Jalan Orchard Jadi Prioritas, Ditargetkan Terealisasi Tahun Ini
Guido menegaskan Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah, termasuk jika diminta menjadi garda terdepan dalam penyaluran beras untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Pada prinsipnya Bulog selalu siap. Kalau ada penugasan, kami siap kapan saja, tidak hanya di Batam, tapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan rapat yang digelar bersama jajaran pusat Bulog baru-baru ini, Minggu, 1/2) malam, merupakan rapat rutin terkait penyerapan hasil panen. Namun untuk wilayah Kepri, penyerapan hasil panen relatif terbatas karena minimnya produksi beras lokal.
Baca Juga: Bulog Batam Pastikan Harga Beras Premium Sesuai HET
“Kalau di Kepri hampir tidak ada penyerapan, kalau ada pasti kami ambil asalkan harga sesuai. Tapi sejauh ini juga belum ada,” katanya.
Bulog, lanjut Guido, tetap siap menyerap hasil panen apabila harga gabah atau beras di tingkat petani jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Kalau harga dasar jatuh, kami pasti masuk untuk menyerap,” tutupnya. (*)



