
Air Baku Menyusut, Dipicu Kerusakan Lingkungan yang Masif
Kesulitan Air Meluas, Warga Menuntut Langkah Nyata BP Batam
batampos – Sejumlah warga Batam di beberapa kecamatan kembali dibuat menderita akibat krisis air bersih yang tak kunjung teratasi. Janji Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam untuk memprioritaskan persoalan air bersih sebagai salah satu dari 15 program utama, hingga kini belum tuntas. Hampir satu tahun berlalu, keluhan warga makin nyaring.
Di sejumlah kawasan, air bersih bukan lagi kebutuhan rutin, melainkan barang langka yang hanya hadir sesekali melalui mobil tangki yang kualitasnya dipertanyakan, sudah diolah atau langsung diambil dari sumber air baku.
Di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batuampar, aliran air bersih dilaporkan mati total selama berhari-hari. Warga terpaksa bertahan dengan suplai air dari truk tangki yang datang tidak menentu dan jumlahnya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ratusan kepala keluarga.
“Ini sudah hari ketujuh air tidak mengalir sama sekali. Terakhir mengalir Selasa malam pekan lalu, lalu Rabu pagi mati total,” ujar Wati, warga Tanjung Sengkuang, Selasa (20/1).
BERITA SELENGKAPNYA BACA DI harian.batampos.co.id



