
batampos – Pelaku wisata dan industri kreatif terus berupaya menciptakan event yang bisa mendorong percepatan pemulihan sektor wisata, dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui Nagoya Thamrin Batam Fashion Week.
Aksi peragaan busana yang melibatkan berbagai kalangan ini, sukses menarik warga lokal untuk datang dan menikmati setiap penampil yang hadir di Batam Fashion Week ini.
Terlihat peserta mengenakan pakaian budaya dari berbagai daerah. Ada juga dari kalangan pekerja yang mengenakan seragam khas perusahaan mereka. Satu per satu masing-masing kelompok mulai menjajal jalur catwalk yang disediakan panitia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu event yang digelar akhir pekan ini. Seperti rencana sebelumnya, setiap Minggu akan diupayakan ada event yang bisa menyemarakkan Batam sebagai destinasi wisata.
“Ini merupakan stimulus. Tidak tertutup kemungkinan nanti akan digelar lebih besar lagi, dan melibatkan seluruh pelaku seni yang ada di Batam. Melalui acara ini, kami ingin menangkap momen yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan wisata,” jelasnya, Sabtu (14/8) malam.
Ardi menjelaskan ke depan pihaknya akan menggandeng lebih banyak pelaku seni untuk menyemarakkan kegiatan seperti ini. Batam saat ini sudah didukung fasilitas, dan infrastruktur yang bagus, sehingga bisa menjadi pilihan dalam menggelar berbagai kegiatan.
“Dari 17 sub sektor pendukung pariwisata, masuklah yang namanya fashion. Ini yang tengah berlangsung. Meskipun kali ini kalangannya masih terbatas. Ke depan kami akan berupaya menggandeng anak-anak kreatif Batam untuk turut terlibat. Dan tujuan jangka panjang adalah kegiatan ini bisa menjadi daya tarik bagi wisnus dan wisman,” beber Ardi.
Dalam kegiatan ini, tidak lupa juga penampilan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin yang membuka acara, sekaligus ikut dalam atraksi catwalk. Mengenakan batik khas Batam yaitu Batik Marlin. Orang nomor tiga di Pemko Batam tersebut hadir bersama Keluarga, untuk mendukung dan menyukseskan acara Nagoya Fashion Week ini.
Aksinya itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk, dan sejumlah asosiasi pariwisata yang berdomisili di Kota Batam.
Jefridin mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang bagi pendapatan daerah. Selama dua tahun terakhir Batam sangat terpukul akibat pandemi Covid-19, dan yang paling terdampak adalah pariwisata.
Untuk itu, sejak awal tahun ini, Pemko Batam melalui Disbudpar mengajak pelaku wisata, dan industri kreatif untuk menggelar kegiatan yang bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Sebelumnya, Batam berhasil menjadi penunjang nomor dua untuk wisman di Indonesia.
“Karena sekarang kondisi Batam sudah jauh berkembang, tidak tertutup kemungkinan angka kunjungan akan lebih banyak. Tentu hal ini bisa terwujud kalau Batam kondusif, dan aman. Sehingga kegiatan apa pun bisa digelar,” ujarnya.
“Saya sangat mengapresiasi atas digelarnya kegiatan ini, lokasi kegiatan yakni Nagoya Thamrin City Batam sangat bagus. Ini bisa menjadi spot untuk kegiatan tingkat kota dan lainya,” kata dia.
Melihat antusias penonton kegiatan yang begitu ramai berkisar 1.500 orang yang hadir, Jefridin mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan walaupun pandemi Covid-19 mulai melandai di Kota Batam.
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali dunia usaha, khususnya industri pariwisata dan industri ekonomi kreatif.
“Selama dua tahun ini pandemi, dan saat ini kondisi mulai membaik. Maka ini wadah kegembiraan bagi kita bersama-sama untuk mendorong pemulihan perkonomian Batam,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan di Batam ini berbeda dengan fashion show yang viral di kota lainnya. Untuk catwalk, mengambil lokasi di dalam komplek, serta membuat zebra cross berukuran 3×30 meter menggunakan digital printing.
“Karena di dalam komplek tidak menganggu arus lalu lintas dan kegiatan masyarakat. Selain fashion show, ada tenda untuk usaha UMKM, dan musik juga,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



