Senin, 6 April 2026

Batam Jadi “Pelarian” Belanja Wisman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah wisatawan terlihat di kawasan Alun-Alun Engku Putri, Batam Center, Minggu (5/4). Tak hanya jalan-jalan, beberapa wisman diklaim ke Batam untuk berbelanja barang kebutuhan sehari-hari karena lebih murah. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kenaikan biaya hidup di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mulai membentuk pola baru arus kunjungan wisatawan ke Batam. Kota ini tak lagi sekadar destinasi singgah, tetapi perlahan menjadi “ruang pelarian ekonomi” bagi warga negara tetangga yang mencari harga lebih terjangkau.

Di Singapura, inflasi makanan pada Februari 2026 tercatat meningkat menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,2 persen. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti sereal, daging, dan buah-buahan. Pada saat yang sama, harga bahan bakar minyak (BBM) juga melonjak hingga sekitar SGD 2,35 atau setara Rp31 ribu per liter.

Sementara itu, di Malaysia, meski inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen, tekanan harga tetap terasa. Harga komoditas utama seperti minyak sawit (CPO) diprediksi meningkat hingga RM 4.500 per ton pada 2026, diikuti tren kenaikan BBM.

Di tengah kondisi tersebut, Batam justru memetik dampak positif.

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

ReporterM. Sya'ban

UPDATE