Rabu, 14 Januari 2026

Batam Jadi Pilot Project Jaringan Gas Nasional, Alternatif Pengganti Gas 3 Kg

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas PGN saat memasang jaringan gas di rumah salah satu warga Batam.

batampos – Pemerintah pusat mendorong percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan jaringan gas (jargas) perkotaan sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Kota Batam ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam program strategis tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Diskusi Rencana Pelaksanaan Pilot Project Jargas di Kota Batam yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Senin (22/12).

Amsakar menyambut baik penunjukan Batam sebagai lokasi pilot project jaringan gas nasional. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN dan sektor terkait.

“Untuk mencapai tujuan besar program jargas, dibutuhkan ikhtiar bersama, termasuk penataan LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi sumber energi utama bagi rumah tangga,” katanya.

Baca Juga: Pleno Penetapan UMK se-Kepri 2026 Rampung, Ini Angka UMK Tiap Daerah di Kepri

Menurutnya, seluruh gagasan dan skema pelaksanaan program akan dibahas secara komprehensif oleh tim teknis agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar selaras dengan kondisi lapangan. Amsakar juga menyoroti kebijakan nasional terkait LPG 3 kilogram, di mana permintaan terus meningkat setiap tahun, sementara kuota nasional justru mengalami penurunan.

“Batam telah ditetapkan sebagai pilot project. Saya berharap program ini benar-benar berhasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semua sektor harus berkolaborasi untuk mewujudkan ini,” katanya.

Pengembangan jaringan gas menjadi salah satu indikator penting dalam program prioritas nasional guna memperkuat kemandirian energi. Posisi Batam yang strategis sebagai kawasan industri, perdagangan, dan jasa bertaraf internasional menjadikannya wilayah yang relevan untuk penerapan infrastruktur energi modern dan terintegrasi.

Baca Juga: Penyelundupan Meningkat Drastis, Hingga Awal Desember BC Batam Lakukan 1.832 Penindakan

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinator Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian RI, Elen Setiadi, menilai Batam memiliki sejumlah keunggulan untuk pengembangan jaringan gas perkotaan. Mulai dari karakter geografis kepulauan yang memudahkan pengendalian distribusi, menekan risiko kebocoran, hingga kesiapan masyarakat dalam pemanfaatan gas bumi.

“Apabila program ini berjalan dengan baik, Batam berpotensi menjadi role model nasional dalam transformasi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

ReporterArjuna

Update