Sabtu, 24 Januari 2026

Batam Kembangkan Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Sentra Perikanan Modern

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Kota Batam, Yudi Admajianto mendorong transformasi ekonomi melalui budidaya ikan sistem bioflok. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi sentra perikanan modern dengan dukungan infrastruktur dermaga dan pengembangan budidaya ikan berbasis bioflok. Proyek yang berjalan di tiga lokasi ini kini memasuki progres sekitar 45 persen di titik Tanjung Banun.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Kota Batam, Yudi Admajianto mengatakan pembangunan fasilitas utama seperti dermaga menjadi pondasi penting untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

“Dermaga ini akan menjadi fasilitas strategis untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra kegiatan perikanan,” kata Yudi.

Selain infrastruktur dasar, Diskan juga mulai mendorong transformasi ekonomi melalui budidaya ikan sistem bioflok. Program ini diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga pesisir, terutama kelompok nelayan di Tanjung Banun.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka peluang mata pencaharian alternatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, Diskan telah menyalurkan 16 kolam bioflok untuk tiga kelompok budidaya di kawasan tersebut.

Sementara itu, pembangunan di lokasi lain seperti Sekanak Raya juga terus berjalan. Pengecoran bekisting kolom jalan kawasan menjadi pekerjaan utama yang tengah dikerjakan.

Seluruh proyek KNMP dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dengan pengawasan oleh Sucofindo.

Yudi tak menampik adanya sejumlah kendala yang membuat capaian progres tiap lokasi berbeda. Tantangan utama berasal dari akses transportasi menuju pulau-pulau kecil dan kondisi pasang surut yang mempersempit waktu pengiriman material.

“Kendala transportasi itu terkait akses ke lokasi. Untuk drop material juga harus menyesuaikan air pasang,” tuturnya.

Musim hujan turut menjadi tantangan tambahan. Namun kontraktor disebut telah menambah jam kerja melalui sistem shift malam untuk mengejar target penyelesaian.

“Kami optimis pembangunan selesai sesuai waktu yang ditentukan, yakni akhir 2025,” kata Yudi.

Sebagai informasi, pengembangan KNMP di Batam mencakup tiga lokasi utama yakni Sekanak Raya, Pulau Kasu, dan Tanjung Banun yang keseluruhannya dirancang sebagai kawasan perikanan modern berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update