Minggu, 25 Januari 2026

Batam Kini Swasembada Ikan Air Tawar

Mampu Produksi 8 Ton Lele Per Hari

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Kota Batam, Yudi Admajianto mendorong transformasi ekonomi melalui budidaya ikan sistem bioflok. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Produksi ikan air tawar di Kota Batam kini telah sepenuhnya mandiri. Seluruh pasokan ikan konsumsi seperti lele, nila, dan gurame diproduksi oleh pembudidaya lokal tanpa bergantung pada kiriman dari luar daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan saat ini Batam hanya masih bergantung pada daerah lain untuk pengadaan bibit ikan. Bibit tersebut umumnya didatangkan dari sentra perikanan air tawar di Jawa Timur, seperti Sidoarjo dan Blitar.

“Kalau untuk produksi ikan air tawar, Batam sudah mandiri. Tidak ada lagi ikan konsumsi yang dikirim dari luar. Yang masih dari luar itu hanya bibit,” ujar Yudi, Selasa (13/1).

Kemandirian produksi tersebut salah satunya ditopang oleh pengembangan teknologi bioflok yang telah memasuki tahun ketiga penerapannya di Batam. Pada 2024 lalu, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan mengembangkan program bantuan bioflok dengan menyalurkan 79 paket bioflok kepada kelompok pembudidaya.

Baca Juga: Kebakaran di Panti Asuhan Permate Disebabkan Korsleting, Kerugian Capai Rp 20 Juta

Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan penambahan 137 unit bioflok untuk kelompok baru, serta kembali diperkuat pada 2026 dengan rencana bantuan 96 unit bioflok tambahan.

Yudi menjelaskan, bioflok menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan di Batam, sekaligus meningkatkan produktivitas ikan air tawar dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Dengan bioflok, budidaya bisa dilakukan di lahan terbatas, tapi hasilnya tetap maksimal. Ini sangat cocok dengan kondisi Batam,” katanya.

Selain bioflok, produksi ikan air tawar di Batam juga ditopang oleh kolam-kolam budidaya konvensional yang tersebar di berbagai wilayah. Kombinasi keduanya mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.

Baca Juga: Diskon Tiket PELNI Berakhir, Batam Jalur Terpadat Selama Arus Libur Nataru

Untuk produksi harian, ikan lele menjadi komoditas unggulan dengan hasil mencapai 5 hingga 8 ton per hari. Permintaan pasar terhadap lele masih sangat tinggi, disusul ikan nila dan gurame.

Sementara itu, produksi ikan nila di Batam tercatat mencapai sekitar 2 ton per hari. Dari sisi harga, lele saat ini dijual di kisaran Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram, sedangkan ikan nila berada di angka Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Dengan terus diperluasnya program bioflok dan dukungan kolam budidaya, Pemko Batam optimistis produksi ikan air tawar akan terus meningkat dan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga ikan di pasaran. (*)

Update