batampos – Satu bulan jelang Iduladha, ketersedian hewan kurban di Batam masih sangat kurang. Pedagang sapi dan kambing di Batam yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) menyebutkan masih ada kekurangan ribuan hewan kurban untuk mencukupi permintaan kurban di 2022 ini.

Hewan ternak di lokasi penangkaran hewan, Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (5/6).
”Ya, sesuai permintaan kurban di tahun ini, Batam masih kekurangan 3.160 ekor sapi dan 14.500 ekor kambing,” sebut Penasihat APHTB, Musofa, Minggu (5/6). Sementara itu, kebutuhan sapi untuk kurban jumlahnya mencapai 3.640 ekor, sementara kambing jumlahnya mencapai 15.200 ekor.
Terkait informasi telah dibukanya lagi pengiriman hewan kurban dari Kuala Tungkal, Jambi, Musofa mengaku sampai saat ini belum ada informasi. Bahkan, sejak ditutupnya pengiriman sapi dan kambing dari Kuala Tungkal sampai kemarin belum ada lagi pengiriman ke Kota Batam.
”Tak ada informasi seperi itu,” ujarnya.
Musofa menambahkan, berbagai upaya terus ia lakukan bersama pemerintah agar kebutuhan hewan kurban di Kota Batam bisa tercukupi. Salah satunya, mendampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta diskresi ke Menteri Pertanian di Jakarta.
Selain itu, diskresi diminta kepada Balai Karantina Pusat agar Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun, bisa mendapat perlakuan khusus mendatangkan hewan kurban sapi dan kambing.
”Minimal perlakuan khusus untuk memenuhi hewan kurban tahun ini. Apalagi sama-sama kita ketahui daerah kita bukan penghasil sapi dan kambing, tapi dikirim dari daerah lain di Indonesia,” ucap Musofa.
Sejauh ini, kata Musofa, sudah ada sinyal dari kementerian terkait diskresi pengiriman khusus hewan kurban ini. Hanya saja, pedagang keberatan karena hanya diberi waktu dua minggu sebelum hari H untuk mendatangkan kebutuhan yang jumlahnya mencapai 3.000 sapi dan 14 ribu ekor kambing ini.
”Mudah-mudahan ada hasil besok. Hari ini, Minggu (5/6), saya bersama Ketua Komisi 2 DPRD Kepri mendampingi Gubernur Kepri ke Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan apa yang kita minta ini disetujui pemerintah pusat,” pungkasnya.
Sementara itu, pengusaha penyaluran hewan ternak atau pemilik kandang hewan ternak di lokasi penangkaran hewan, Seitemiang berharap agar penyaluran hewan untuk persiapan kurban dipercepat. Pasalnya hingga saat ini banyak kandang di sana yang kosong karena belum mendapatkan stok hewan ternak seperti sapi dan kambing.
Pemilik kandang mengaku sudah melakukan pemesanan sejak Lebaran lalu, namun sampai saat ini belum ada pengantaran karena terkendala kebijakan lock down hewan kurban yang diberlakukan sejak pertengahan Mei lalu.
”Belum lagi. Kita berharap secepatnya dikirim karena sudah mendekati hari raya kurban,” ujar Sukimin, pe-ngelola kandang hewan ternak di Seitemiang, Minggu (5/6).
Saat ini, jumlah hewan kurban yang ada di lokasi penangkaran belum begitu banyak. Untuk sapi masih dibawa 100 ekor. Padahal yang dibutuhkan sangat banyak karena permintaan hewan kurban tentunya meningkat seperti tahun sebelumnya.
”Orang pada batal umrah karena Covid-19, makanya tahun lalu ramai yang berkurban. Tahun ini pasti banyak juga karena situasinya belum begitu berbeda dengan tahun lalu,” kata Udin, pekerja di kandang Jagal Utama.
Sesuai dengan aturan dan surat edaran yang ada jika pun datang nanti, hewan kurban belum bisa langsung dipasarkan karena harus menjalani karantina selama 14 hari. Untuk kelancaran proses pemasaran hewan kurban, pedagang di sana berharap agar penyaluran hewan kurban ke Batam dipercepat sehingga tidak terbentur dengan masa karantina nantinya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra / Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG



