
batampos – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan dua aset vital milik BP Batam: Pelabuhan Batuampar dan Bandara Internasional Hang Nadim.
Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Marketing Center BP Batam, Rabu (22/4), dalam pertemuan bersama Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Kehadiran Dony bersama jajaran Kementerian BUMN di Batam bertujuan membahas secara khusus rencana dan progres pembangunan kedua infrastruktur tersebut agar dapat menjadi model hub logistik internasional di Batam.
Dalam pertemuan itu, Dony memberikan masukan terkait arah pengembangan yang perlu ditempuh. Keberhasilan proyek tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perhitungan matang terkait model bisnis yang berkelanjutan.
“Saya setuju dilakukan pengembangan bandara dan pelabuhan. Namun sebagai eksekutor, PT. BIB dan PT. Persero Batam harus menghitung dengan baik business model-nya agar tepat sasaran. Jangan hanya berpikir untuk hari ini saja, namun untuk tahun-tahun ke depannya juga,” kata dia.
Menurutnya, infrastruktur yang dikelola dengan finansial yang sehat akan lebih mudah dalam hal pemeliharaan, serta mampu meminimalisir potensi kerugian yang mungkin timbul di masa depan. Dengan demikian, penguatan aspek keuangan dan operasional dinilai krusial sejak awal.
Seperti diketahui, Bandara Internasional Hang Nadim saat ini tengah menjalani pengembangan Terminal 2 dan revitalisasi Terminal 1. Langkah ini diambil guna menambah kenyamanan penumpang serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Batam.
Sementara itu, Pelabuhan Batuampar juga terus berbenah dengan melakukan transformasi dan modernisasi. Fokus utama diarahkan pada utilisasi infrastruktur, peningkatan produktivitas, peningkatan konektivitas, serta penurunan biaya logistik, guna menjadikan pelabuhan ini lebih kompetitif.
Dony pun berharap, kunjungan kerja kali ini dapat membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di Batam. “Mudah-mudahan pertemuan kita kali ini membawa manfaat, sehingga Batam ke depan menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Amsakar menyambut baik masukan dari Kementerian BUMN. Ia harap kunjungan tersebut menjadi energi baru dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan.
“Mengelola aset-aset BP Batam memang diperlukan semangat enterpreneur yang tinggi. Kami akan banyak belajar dari Pak Dony dan tim untuk menata Kota Batam menjadi lebih hebat lagi. Mudah-mudahan semua rencana yang telah disusun dapat dieksekusi dengan baik,” katanya.
Usai pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Pelabuhan Batuampar dan Bandara Internasional Hang Nadim, guna melihat kondisi di lapangan serta progres pengembangan yang telah berjalan.
Dalam pertemuan ini turut hadir Staf Ahli Kementerian BUMN RI, Whitney Simorangkir dan Aurelius Altius Rosimin, Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, Direktur Utama PT Persero Batam, Djoko Prasetyo, Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah serta jajaran deputi dan pejabat tingkat 2 di lingkup BP Batam. (*)
Reporter: Arjuna



