
batampos – Pelaku pariwisata menunggu realisasi wacana peniadaan karantina bagi PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ).
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong.
”Travel bubble saja sudah memberikan dampaknya seperti ini. Apalagi dengan peniadaan karantina,” kata Andy.
Ia mengatakan, travel bubble meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Ada 151 orang yang akan masuk ke Nongsa selama Maret.
”Data 151 orang ini yang sudah confirm dan booking,” ujarnya.
Andy menjelaskan, periode wisman yang datang setiap harinya berbeda-beda. Jadwal kedatangan wisman dimulai dari 3 Maret. Dimana sebanyak 20 wisman berlibur di Nongsa Sensation.
Selanjutnya pada 4 Maret sebanyak 14 orang, 5 Maret sebanyak 13 orang, Minggu (6/3) sebanyak 41 orang.
”Lalu di periode 10 hingga 13 Maret itu akan datang sekitar 40-an wisman. 17-20 Maret ada 22 orang dan 24 Maret ada satu orang. Kami berharap jumlah ini terus bertambah, dan Senin (7/3) kami update lagi data bookingan resort dari wisman ini,” ujarnya.
Peniadaan karantina bagi PPLN, memungkinkan turis yang datang tidak hanya dari Singapura, tapi juga dari beberapa negara lainnya. Andy meyakini hal ini dapat mendongkrak jumlah wisman yang berlibur ke Batam.
”Saya dengar kebijakannya tapi suratnya kami belum dapat. Semoga saja jadi diberlakukan,” harapnya.
Reporter: Fiska Juanda



