
batampos — Upaya percepatan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam terus dilakukan. Tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menargetkan pemasangan jargas untuk 4.045 rumah di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada gas LPG bersubsidi 3 kilogram. Dalam lima tahun ke depan (2030), seluruh rumah tangga di Batam ditargetkan sudah terpasang jargas.
Sales Head Area PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pihaknya telah mengajukan pemasangan jargas untuk 16 ribu rumah tangga di Batam. Namun, pemerintah pusat hanya menyetujui 4.025 rumah tangga yang mendapat jatah jargas di Batam, mengingat secara nasional hanya 14 ribu rumah tangga yang mendapat jargas.
“Di Batam tahun ini, 4.025 rumah tangga akan dipasang jargas, yang tersebar di tiga kecamatan: Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota,” ujar Wendi, Kamis (13/3) malam.
Menurutnya, saat ini sudah ada 5.000 rumah tangga (pelanggan lama) dari 12 perumahan di Batam yang tersambung dengan jargas. Lokasinya juga berada di tiga kecamatan tersebut. Artinya, jika ditambah dengan 4.025 pelanggan baru, maka tahun ini ada lebih dari 9.000 rumah tangga yang terpasang jargas.
“Kami akan berusaha menambah jaringan dan mengusulkan penambahan lagi. Paling tidak 10 ribu rumah tangga sudah terpasang tahun ini,” sebut Wendi.
Dikatakannya, proyek ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk mengurangi penggunaan LPG 3 kilogram, dengan Batam menjadi daerah percontohan. Batam dipilih karena lebih mudah dipantau, mengingat wilayahnya yang berupa kepulauan.
“Target kami dalam lima tahun ke depan, seluruh Batam sudah menggunakan jargas,” katanya.
Proses pemasangan jargas tahun ini ditargetkan selesai pada November 2025. Dengan laju pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 8,8 persen serta sektor investasi, listrik, dan gas yang terus berkembang, jargas diharapkan menjadi solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam. Namun, diakui Wendi, tantangan utama proyek ini adalah jarak antarpemukiman yang cukup jauh.
“Kami sudah memasang pipa induk sepanjang 220 kilometer. Tahun ini, tambahan 28 kilometer lagi akan dipasang. Kendala terbesar adalah menjangkau perumahan yang terpisah-pisah, namun kami optimistis proyek ini rampung sesuai target,” jelasnya.
Tak hanya itu, Wendi juga menjelaskan proyek jargas ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan gas LPG bersubsidi. Selain lebih murah, jargas juga lebih praktis karena langsung terhubung ke rumah tanpa perlu repot mengganti tabung gas. Selain itu, penggunaan jargas lebih aman karena aliran gas dapat dikontrol secara langsung oleh PGN dan risiko kelangkaan dapat diminimalisir.
“Kami ingin masyarakat Batam menikmati energi yang lebih efisien dan aman. Dengan jargas, masyarakat tidak perlu lagi khawatir kehabisan gas di tengah malam atau saat memasak,” tambahnya.
Banyak masyarakat yang menyambut baik proyek ini, terutama mereka yang tinggal di perumahan yang akan segera terpasang jaringan gas. Salah satu warga Batam, Rahmat, mengaku antusias menantikan jargas di perumahannya.
“Ya, saya berharap rumah bisa tersambung jargas, karena kata teman yang sudah pakai lebih irit. Kita pun tak perlu khawatir lagi kehabisan gas, terutama gas melon. Jadi berharap bisa segera merata di Batam,” pungkas Rahmat. (*)
Reporter: Yashinta



