
batampos – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam meningkatkan pengawasan khususnya di pintu-pintu masuk kedatangan di Kota Batam.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus cacar monyet atau monkeypox masuk ke Kota Batam.
Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survei Lan Evidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam, Romel Simanungkalit, mengatakan, pihaknya bakal memperkuat pengawasan di pintu masuk kedatangan sebagai langkah antisipasi.
“Sampai saat ini belum ada terdeteksi di Batam. Kita terus lakukan pengawasan, hanya saja saat ini ada pengetatan pengawasan di pintu masuk kedatangan dari luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, pengetatan pengawasan di pintu masuk kedatangan ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/2752/2022 tentang kewaspadaan terhadap penyakit monkeypox di negara non endemis.
Batam yang menjadi daerah berbatasan langsung dengan negara tetangga berpotensi atau rawan terjangkit virus cacar monyet tersebut.
“Ada potensi karena kita sebagai jalur pintu masuk,” tambah Romel.
Adapun isi surat edaran ini adalah meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang (awak, personel, dan penumpang), alat angkut, barang bawaan, vektor, dan lingkungan pelabuhan dan bandara, terutama yang berasal dari negara terjangkit saat ini.
Meningkatkan upaya promosi kesehatan bagi masyarakat bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas darat negara.
Mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat.
Berkoordinasi dengan Otoritas Imigrasi dalam penelusuran data ketika ditemukan kasus dari warga negara asing dan berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan dalam hal mendeteksi penumpang dengan penyakit Monkeypox.
“Kita juga diminta untuk memantau dan melaporkan laporan kasus yang ditemukan sesuai dengan definisi operasional kepada Dirjen P2P,” sambung Romel.
Selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Rujukan, dalam melakukan pemantauan berupa pemeriksaan spesimen untuk deteksi Monkeypox.
Melakukan asesmen mandiri terkait kapasitas dan sumber daya yang ada terkait pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lebih dari 100 kasus cacar monyet di setidaknya 11 negara, terutama di Eropa. Jerman menganggap cacar monyet menjadi wabah terbesar di Eropa saat ini.
Selain Jerman, 10 negara lainnya yang mencatat kasus cacar monyet yakni Belgia, Prancis, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Adapun sederet gejala penderita cacar monyet yang wajib diwaspadai adalah sakit kepala, Demam akut di atas 38,5 derajat celcius, Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), Nyeri otot/Myalgia, Sakit punggung, Asthenia (kelemahan tubuh).
Penularan cacar monyet ini kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.(*)
Reporter : Rengga Yuliandra



