
batampos – Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengaku dengan senang hati menerima proyek jalan yang mangkrak yang sebelumnya dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
”Ada jalan yang menjadi tanggung jawab BP Batam, Pemko Batam dan tanggung jawab Pemprov dan juga Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Jalan provinsi itu terpenggal sesuai SK (Surat Keputusan) Gubernur sendiri,” ungkap Rudi, saat menggelar konferensi pers di Gedung Marketing Center BP Batam, Jumat (31/12/2021).
Menurut Rudi, 70 persen pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kepri berada di Batam.
”Pendapat saya, tugas gubernur itu koordinasikan kabupaten dan kota. Sebagai penanggung jawab daerah, kalau Batam sempurna, maka Kepri akan bangkit,” jelasnya.
Beberapa jalan yang dibangun Pemprov Kepri namun belum tuntas antara Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batam Kota, yang menghubungkan underpass atau terowongan Pelita hingga ke Simpang Kallista.
Selain itu, ada juga Jalan Diponegoro, Seitemiang hingga ke wilayah Batuaji. Jalan-jalan di wilayah ini memang belum sepenuhnya selesai pembangunannya.
Sedangkan di Simpang Frengky, Batam Center, yang belum tuntas dibangun tersebut sudah banyak didapati jalan berlubang.
”(Padahal) PAD dari pajak kendaraan bermotor itu ada di sini. Kalau jalan tak bagus, maka kendaraan berhenti, balik ke asalnya. Kalau semuahengkang, tak ada uang lagi,”tuturny a.
”Bagi saya, terserah Pak Gubernur, itu wewenang beliau. Kalau tidak dikerjain, dan dikembalikan, maka saya akan terima, baik itu di BP maupun Pemko. Kami selesaikan saja, karena kami aparatur pemerintah,” jelasnya.
Rudi kemudian memaparkan jalan-jalan yang sudah selesai dibangun oleh BP Batam yakni pembangunan jalur kedua di Jalan Hang Kesturi, peningkatan jalan Gajah Mada, pembangunan jalan kolektor CPO Kabil, pembangunan jalan kolektor Bundaran Madani sampai Bengkong Sadai, pembangunan jalan dan lengan Simpang Batuampar tahap pertama, pembangunan jalan kolektor dan jembatan kawasan industri, peningkatan jalan kawasan industri Tanjunguncang menuju Mc Connel Dowell, dan peningkatan jalan industri Tanjunguncang menuju Dry Dock.
Reporter: Rifki Setiawan



