Sabtu, 17 Januari 2026

Batam Siapkan 22 Peserta Tangguh di STQH XI Kepri untuk Pertahankan Gelar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kafilah Kota Batam di STQ XI Kepri di Kota Tanjungpinang.

batampos – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XI tingkat Provinsi Kepri resmi dibuka, pada Sabtu (21/6) malam di Kota Tanjungpinang. Ajang dua tahunan yang mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri ini menjadi panggung bergengsi dalam menampilkan kualitas generasi Qur’ani.

Kota Batam yang datang sebagai juara umum pada STQH X lalu, kini kembali hadir dengan kekuatan penuh. Sebanyak 22 peserta terbaik di berbagai cabang lomba telah disiapkan, didampingi 40 orang pelatih dan ofisial. Mereka akan bertanding dengan tekad mempertahankan gelar tertinggi yang berhasil diraih pada edisi sebelumnya.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir langsung dalam pembukaan acara. Dia menyampaikan rasa bangganya terhadap para peserta yang membawa nama besar Batam di ajang keagamaan tersebut.

“Saya percaya kafilah Batam sudah sangat siap. Mereka bukan hanya datang untuk bertanding, tetapi membawa semangat juang, kehormatan, dan harapan masyarakat Batam,” katanya.

STQH XI tahun ini mengangkat tema “Kafilah Bermartabat, STQH Membawa Barokah”, yang menekankan pada membangun karakter Qur’ani di tengah masyarakat. Total 181 peserta dari seluruh Kepri ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung hingga 25 Juni ini.

Dalam momen pembukaan, dilakukan prosesi penyerahan piala bergilir dari Wali Kota Batam kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Piala tersebut selanjutnya diserahkan ke Ketua LPTQ Kepri yang juga Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, sebagai simbol dimulainya kompetisi secara resmi.

Amsakar juga menyempatkan diri untuk memberikan arahan kepada kafilah Batam di CK Hotel & Convention Center Tanjungpinang. Ia mengarahkan peserta untuk menjaga stamina, mental bertanding, dan tetap rendah hati di tengah persaingan.

“Kita datang dengan misi mempertahankan gelar juara umum. Tapi lebih dari itu, ini adalah bagian dari dakwah, bagian dari cara kita menyebarkan nilai-nilai Islam melalui prestasi,” katanya.

Keikutsertaan Batam dalam ajang ini bukan semata soal kemenangan, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam membangun SDM yang religius.

Kata Amsakar, pembinaan tilawah, hadits, dan rumah tahfiz terus didukung secara berkesinambungan. Menurutnya, generasi Qur’ani adalah pondasi penting bagi kemajuan peradaban.

“Karena itu, kegiatan seperti STQ dan MTQ selalu kami prioritaskan. Ini bukan hanya seleksi, ini pendidikan ruhani,” ujarnya.

Ajang STQH kali ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di antara daerah. Suasana akrab dan penuh kehangatan terlihat di antara para kafilah, menunjukkan semangat persatuan dalam bingkai nilai-nilai keislaman.

Para peserta dari Batam akan berlaga di berbagai cabang lomba seperti Tilawah Anak-anak dan Dewasa, Tahfiz 1 hingga 30 juz, Tafsir Al-Qur’an, serta cabang Hadits. Penampilan mereka akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan LPTQ Batam selama ini.

Dengan optimisme dan persiapan matang, Amsakar menyatakan harapannya agar para peserta dapat tampil maksimal. “InsyaAllah Batam bisa kembali membawa pulang piala juara umum. Kita doakan bersama,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Update