
batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mencatat sebanyak 888 titik pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Batam. Pelaksanaan Salat Id tidak hanya berlangsung di masjid dan musala, tetapi juga di sejumlah lapangan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Seperti saat Idulfitri lalu, salat Iduladha juga akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Dataran Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Baiturrahman Sekupang.
Dari total 888 titik, rinciannya yaitu 699 titik berada di masjid, 180 titik di musala, dan 9 titik di lapangan. Kecamatan Sagulung, Batam Kota, dan Bengkong tercatat sebagai wilayah dengan jumlah lokasi salat terbanyak.
“Alhamdulillah, antusiasme umat Islam di Batam dalam menyambut Idul Adha tahun ini sangat tinggi. Kami mencatat ada 888 titik pelaksanaan. Data ini telah diverifikasi melalui laporan dari masing-masing kecamatan,” ujar Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, Rabu (4/6).
Berikut rincian jumlah titik salat per kecamatan, Sagulung 130 titik, Batam Kota 129 titik, Bengkong 80 titik, Sekupang 110 titik, Batu Aji 79 titik, Batu Ampar 61 titik, Sei Beduk 75 titik, Lubuk Baja 37 titik, Nongsa 85 titik, Bulang 29 titik dan Galang 44 titik.
Selain data lokasi salat, Kemenag Batam juga merilis jumlah hewan kurban yang akan disembelih. Tahun ini, masyarakat Batam akan mengurbankan 2.338 ekor sapi dan 4.469 ekor kambing.
“Kecamatan Sagulung kembali menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 951 ekor. Disusul Batam Kota dengan 922 ekor, dan Bengkong sebanyak 884 ekor,” jelas Budi.
Kemenag berharap pelaksanaan salat dan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan syariat Islam.
“Kami mengimbau kepada seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, kebersihan lingkungan, serta menyalurkan daging kurban secara adil dan merata kepada yang berhak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, memastikan bahwa stok hewan kurban mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jika mengacu pada data kebutuhan tahun lalu, stok hewan kurban tahun ini sudah mencukupi bahkan melebihi target,” ujarnya.
Menurut Mardanis, hewan-hewan kurban tersebut didatangkan dari beberapa daerah, seperti Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis hewan yang dipasok meliputi sapi Bali dan sapi silangan, yang telah melalui pemeriksaan kesehatan.
“Kami pastikan seluruh hewan kurban dari luar daerah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta telah lolos uji penyakit jembrana. Para pengusaha juga sudah mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



